Allah sumber segala penghiburan . . . menghibur kami dalam segala penderitaan kami, sehingga kami sanggup menghibur orang lain. –2 Korintus 1:3-4
Baca: 2 Korintus 1:3-11
Saya tidak sabar. Saya dan suami baru saja kembali dari pasar swalayan, dan saat kami membongkar belanjaan, saya panik mencari kantong berisi donat—tetapi tidak menemukannya. Setelah memeriksa struk belanja, saya melihat ternyata donat itu tidak terbeli. Dengan kesal saya berteriak, “Yang aku mau beli tadi cuma donat!” Lima belas menit kemudian, suami saya datang dan menyodorkan sekantong donat. Tanpa sepengetahuan saya, ia menembus jalanan penuh salju dan kembali ke toko demi memenuhi keinginan saya. Saya pun memeluknya erat, lalu dengan malu-malu berkata, “Syukurlah kamu tidak kenapa-kenapa demi memuaskan keinginanku!”
Bukan kebiasaan saya untuk merasa jengkel hanya karena donat. Namun, minggu itu, saya sedang mengalami tekanan emosional yang berat dan ingin menghibur diri dengan donat. Akan tetapi, saya justru mengalami sukacita yang jauh lebih besar melalui kasih dan kepedulian suami saya.
Penghiburan dari kepuasan sesaat memang bersifat sementara. Namun, seperti yang ditulis Rasul Paulus kepada jemaat di Korintus, penghiburan sejati dan kekal berasal dari “Allah sumber segala penghiburan” (2 Kor. 1:3).
Paulus memahami pergumulan dan kebutuhan besar yang dialami para pembacanya, karena ia sendiri mengalami pergumulan setiap hari, termasuk penganiayaan karena imannya. Justru karena ia telah menerima penghiburan dari Allah, ia pun mampu menghibur orang lain (ay. 4).
Saat kita terluka, kita dapat berpaling kepada Yesus, Pribadi yang penuh dengan belas kasihan dan penghiburan (ay. 5). Di dalam Dia, kita menemukan penghiburan sejati. Lalu, setelah kita menerimanya, kita pun dipanggil untuk meneruskan penghiburan itu kepada sesama kita.
Oleh: Alyson Kieda
Renungkan dan Doakan
Kapan dan bagaimana Anda mengalami penghiburan dari Allah? Bagaimana Anda dapat menghibur orang lain yang menghadapi pencobaan serupa dengan yang pernah Anda alami?
Allah sumber segala penghiburan, terima kasih untuk penghiburan-Mu. Mampukanlah aku untuk meneruskannya kepada orang lain.
Amin
Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan Kekuatan dari Tuhan, Gbu
WAWASAN
2 Korintus 1: 3-7 banyak memuat kata “penghiburan.” Kata yang diterjemahkan sebagai “penghiburan” (ay. 3, 4, 5, 6 [2x]) adalah paraklēsis, kata gabungan yang berarti “memanggil seseorang untuk datang membantu.”
Sebelum terangkat ke surga, Yesus menggunakan kata yang masih berhubungan, paraklētos—diterjemahkan sebagai “penolong”—sebagai gambaran Roh Kudus, “Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya" (Yohanes 14:16; lihat juga 14:26; 15:26; 16:7). Versi Alkitab lainnya menerjemahkan kata tersebut sebagai “penghibur” atau “penasihat.” Melalui pekerjaan Roh Kudus, orang percaya mengalami kekuatan Allah yang juga dapat diteruskannya pada orang lain. –Arthur Jackson
Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti
Our Daily Bread

Tidak ada komentar:
Posting Komentar