• Berpegang Teguh kepada Allah 2026-01-13

    Aku tidak akan membiarkan engkau pergi, jika engkau tidak memberkati aku. –Kejadian 32:26

    Baca: Kejadian 32:22-28

    Dalam kejuaraan gulat tingkat distrik di sekolah kami, anak-anak berusia delapan tahun bertanding di atas matras dengan menerapkan teknik pegangan yang cerdik untuk menjatuhkan lawan demi meraih kemenangan. Gulat adalah olahraga kuno yang menuntut strategi cermat dalam memadukan gerakan menjatuhkan, melepaskan diri, mengunci, dan berbagai teknik lain yang menghasilkan poin untuk mencapai kemenangan. Seorang gadis kecil dari kelas tiga, yang menjadi kesayangan penonton, memiliki gerakan yang sangat cepat sehingga ia dengan lincah dapat mengecoh dan menaklukkan lawan-lawannya.

    Dalam Alkitab, Yakub memakai tipu daya untuk merebut hak kesulungan dan berkat kehidupan dari Esau, saudara kembarnya (Kej. 25:33; 27:27-40). Namun, perbuatan itu membawanya hidup dalam pelarian—ia terpaksa meninggalkan rumah ayahnya, bergantung pada ayah mertua yang licik, dan hidup ketakutan di bawah bayang-bayang amarah saudaranya.

    Kemudian, di tengah kesendirian, Yakub bergulat semalam suntuk dengan seorang pria yang ternyata adalah Allah sendiri. Ketika fajar menyingsing, orang itu berkata, “Biarkanlah aku pergi.” Akan tetapi, Yakub membalas, “Aku tidak akan membiarkan engkau pergi, jika engkau tidak memberkati aku” (Kej. 32:26). Di titik inilah Yakub mengejar berkatnya sendiri dengan berpegang teguh kepada Allah. Namanya pun diganti sebagai cerminan dari perubahan hatinya.

    Berkat yang melimpah dari Allah tidak diperoleh lewat tipu muslihat, melainkan melalui keteguhan dalam relasi dengan Allah. Itulah yang Yakub pelajari dalam hidupnya. Allah memberkati sikap diri kita yang mengejar kemenangan dengan jujur dan berpegang teguh kepada-Nya.

    Oleh: Patricia Raybon

    Renungkan dan Doakan

    Apa makna berpegang teguh kepada Allah bagi Anda? Dalam hal apa keteguhan rohani telah membawa berkat bagi hidup Anda?

    Ya Bapa, dengan berpegang kepada-Mu, kuatkanlah aku untuk beriman teguh.

    Amin 

    Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan Kekuatan dari Tuhan, Gbu 

    WAWASAN

    Kita kerap mengingat kisah Yakub dari tipuan demi tipuan yang dilakukannya. Dua kali ia menipu Esau, kakaknya, sehingga ia terpaksa kabur dari keluarganya (Kejadian 27:41-45; 28:10). Namun, Allah turun tangan dan membuat Yakub dikenang sebagai simbol kegigihan yang setia. Allah menemui Yakub dalam mimpi secara dramatis (28:12-17), sehingga Yakub tergugah untuk menyatakan, “TUHAN akan menjadi Allahku” (ay. 21).

    Dua puluh tahun kemudian, ia masih takut kepada kakaknya, yang pernah bersumpah untuk membunuhnya (27:41), tetapi Allah kembali turun tangan (32:1). Yakub mengerti betapa penting pertemuannya yang pertama dengan Allah di Betel (28:16-19), dan ia mengerti pentingnya pertemuan kali ini. “Ini bala tentara Allah,” demikian katanya (32:2). Jelas Yakub telah berdosa, tetapi ia gigih beriman kepada satu-satunya Allah yang sejati. Namanya pun berubah dari Yakub, sang penipu (25:26; 27:36), menjadi Israel—ia yang bergulat dengan Allah dan menang (32:28).

    Saat ini, Allah juga akan menolong kita bertekun dalam iman, sementara kita berharap kepada-Nya. –Tim Gustafson

    Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti 

    Our Daily Bread

  • You might also like

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Mengenai Saya

Foto saya
Pematangsiantar, Sumatera Utara, Indonesia
Pengamat Sosial

Istirahat yang Menyegarkan 2026-02-05

Marilah kita berusaha sungguh-sungguh untuk menerima istirahat yang dijanjikan Allah itu. Jangan sampai seorang pun dari kita gagal. –Ibrani...

Halaman FB