Mereka membuka atap yang di atas Yesus; . . . menurunkan tilam, tempat orang lumpuh itu terbaring. –Markus 2:4
Baca: Markus 2:1-5
Dalam sebuah konferensi, seorang wanita melihat kawannya yang menjadi penyaji materi hari itu tampak kurang sehat. Kawan ini bersikeras menyelesaikan tugasnya dan berjanji akan menemui dokter keesokan paginya jika masih merasa tidak enak badan. Wanita itu tidak melupakan janji tersebut, tetapi karena harus pergi lebih awal, ia meminta seorang rekan yang lain untuk mengecek keadaan kawan tadi.
Pagi harinya, rekan wanita itu mengetuk pintu hotel si pemateri untuk membawanya ke rumah sakit. Kawan itu tidak menolak, bahkan bersyukur karena perawatan yang diterima telah menyelamatkan hidupnya. Kegigihan kawan-kawannya telah menghadirkan pertolongan yang nyata.
Kawan-kawan yang gigih dapat menjadi berkat, seperti orang-orang yang diceritakan dalam Markus 2. Mereka tampaknya telah mendengar tentang kuasa penyembuhan yang dimiliki Yesus dan kabar bahwa Dia akan mendatangi kota mereka (ay. 1). Orang banyak mengerumuni Kristus, “sehingga tidak ada lagi tempat” bagi mereka untuk membawa seorang kawan yang lumpuh kepada-Nya (ay. 2). Namun, mereka tidak membiarkan kerumunan orang menghalangi usaha mereka mendapatkan pertolongan yang dibutuhkan sahabat mereka itu. Jadi, “mereka membuka atap yang di atas [Yesus]; . . . menurunkan tilam, tempat orang lumpuh itu terbaring” (ay. 4), langsung di hadapan Kristus yang kemudian menyembuhkannya (ay. 11-12).
Kiranya kita gigih mendoakan kebutuhan orang lain di hadapan Tuhan Yesus. Lewat kebaikan-Nya yang menyediakan segala kebutuhan kita, mari terus mengasihi dan menolong sesama kita dengan sepenuh hati.
Oleh: Katara Patton
Renungkan dan Doakan
Bagaimana iman dan kegigihan kawan-kawan Anda telah menolong Anda? Apa yang dapat Anda lakukan hari ini untuk menolong seseorang yang membutuhkannya?
Allah sumber kesembuhan kami, aku bersyukur atas kawan-kawanku yang gigih berdoa dan penuh iman. Tolonglah aku untuk tekun membawa dan mendoakan orang lain ke hadapan-Mu.
Amin
Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan Kekuatan dari Tuhan, Gbu
WAWASAN
Orang-orang yang membawa si lumpuh kepada Yesus untuk disembuhkan menunjukkan kegigihan dan usaha yang luar biasa. Mereka mengangkutnya, membongkar atap, lalu menurunkannya ke dalam ruangan tempat Yesus berada. Jadi, bayangkan perasaan mereka ketika Yesus justru memberinya pengampunan dosa (Markus 2:1-5). Ketika para ahli Taurat mempertanyakan otoritas-Nya dalam mengampuni dosa (ay. 6-7), Yesus meneguhkan otoritas tersebut dengan menyembuhkan si lumpuh, sebagai bukti nyata bahwa Dia memang berhak mengampuni dosa (ay. 8-12).
Seperti orang-orang dalam Markus 2 yang percaya pada kuasa kesembuhan Kristus, kita juga dapat yakin bahwa ketika kita berdoa—baik untuk kebutuhan orang lain maupun bagi diri sendiri—Dia mendengar dan menyediakan apa yang kita butuhkan. –Bill Crowder
Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti
Our Daily Bread

Tidak ada komentar:
Posting Komentar