• Berontak dan Kembali 2026-03-11

    Mereka tidak akan lagi mengikuti kemauan hati mereka yang bebal dan jahat itu. –Yeremia 3:17 (BIMK)

    Baca: Yeremia 3:11-17

    The Wild One (Orang yang Liar) adalah film tahun 1953 yang dibintangi Marlon Brando. Brando berperan sebagai Johnny Strabler, seorang pemimpin geng motor yang pemurung dan bermasalah. Dalam salah satu adegan, seorang wanita muda memperhatikan jaket anggota geng yang mencantumkan singkatan B.R.M.C. Ketika mengetahui bahwa huruf “R” tersebut berarti “rebels” (pemberontak), ia tertawa dan menyentuh lengan Brando yang sedang bermain drum. “Hai, Johnny. Kamu berontak terhadap apa?” Johnny menjawab, “Apa saja yang ada di depanku.”

    Jawaban yang persis menggambarkan masalah manusia! Kita dilahirkan dengan dorongan untuk menegaskan diri. Kita ingin memegang kendali, dan sebisa mungkin mencapai keinginan kita. Jika upaya itu tidak berhasil, kita pun menegaskan diri dengan cara menolak atau melawan arus. Dengan kata lain: berontak.

    Mengapa bangsa Israel dengan bodohnya menyembah berhala dari “batu dan kayu” (Yer. 3:9)? Mengapa pula “Yehuda, saudaranya perempuan yang tidak setia itu” berpura-pura kembali kepada Allah (ay. 10)? Karena itulah cara mereka mempraktikkan kebebasan, dengan “mengikuti kemauan hati mereka yang bebal dan jahat” (ay. 17 BIMK). Dengan kata lain: berontak.

    Namun, kasih Allah jauh lebih besar. Yesus mati bagi para pemberontak dan membuka jalan bagi mereka untuk kembali. Allah berfirman, “Hai Israel yang tidak setia, kembalilah kepada-Ku! Aku penuh belas kasihan dan tidak akan selamanya marah kepadamu. Akuilah saja bahwa engkau bersalah dan telah memberontak terhadap Tuhan, Allahmu” (ay. 12-13 BIMK).

    Kita mungkin terlahir sebagai pemberontak, tetapi kita selalu dapat kembali. Berlarilah kembali kepada Bapa kita, tempat kita menemukan pengampunan, kasih, dan pertolongan-Nya.

    Oleh: Mike Wittmer

    Renungkan dan Doakan

    Kapan Anda pernah bertindak bodoh atau memilih jalan yang salah? Bagaimana selama ini Anda telah mengabaikan Allah, dan bagaimana Anda dapat kembali kepada-Nya?

    Ya Bapa, terima kasih untuk pengampunan-Mu. Kini aku berpaling kembali kepada-Mu.

    Amin 

    Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan Kekuatan dari Tuhan, Gbu 

    WAWASAN

    Yeremia diutus sebagai nabi bagi Yehuda, kerajaan Selatan yang berpusat di Yerusalem, pada masa lima raja terakhir: Yosia, Yoahas, Yoyakim, Yoyakin, dan Zedekia. Kerajaan Utara, Israel, sudah lebih dulu ditaklukkan Asyur pada 722 SM karena penyembahan berhala dan kejahatan mereka. Di masa Yeremia, Yehuda mengikuti jejak Israel, meski sempat dipimpin raja baik seperti Yosia. Rakyat berpaling dari Allah dan beralih menyembah berhala.

    Melalui Yeremia, Allah berulang kali memperingatkan bahwa kefasikan mereka akan berujung dengan penghukuman, tetapi Dia tetap memanggil mereka untuk bertobat dan kembali kepada-Nya (Yeremia 2:19; 3:14). Pada tahun 586 SM, Yehuda akhirnya jatuh ke tangan Babel. Meski demikian, Allah pun mengembalikan sisa-sisa mereka dan menjanjikan Juruselamat, yang kelak digenapi dalam diri Yesus (23:5-6). Hingga kini, Allah masih menawarkan pengampunan dan kasih kepada semua yang mau bertobat dan kembali kepada-Nya. –Alyson Kieda 

    Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti 

    Our Daily Bread

  • You might also like

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Mengenai Saya

Foto saya
Pematangsiantar, Sumatera Utara, Indonesia
Pengamat Sosial

Berontak dan Kembali 2026-03-11

Mereka tidak akan lagi mengikuti kemauan hati mereka yang bebal dan jahat itu. –Yeremia 3:17 (BIMK) Baca: Yeremia 3:11-17 The Wild One (Oran...

Halaman FB