Berhati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan Tuhan. –Ulangan 6:12
Baca: Ulangan 6:10-19
“Oh, tidak!” Itulah reaksi saya saat membuka sarang lebah dan mendapati koloni yang sebelumnya makmur kini mati mendadak. Sarang yang penuh madu itu telah saya rawat dengan cermat sepanjang musim dingin yang relatif ringan. Tadinya saya berharap mendapat panen lebih awal. Sayangnya, cuaca dingin yang tiba-tiba melanda di tengah suhu hangat membuat semuanya gagal.
Ketika saya membicarakan masalah ini dengan para ahli, mereka menenangkan saya dengan berkata, “Banyak peternak lebah kehilangan sarangnya kali ini.” Musim dingin yang tidak terlalu ekstrem ternyata membawa tantangan tersendiri bagi lebah, bahkan bagi sarang yang sehat. Biasanya, lebah mengepakkan sayap untuk menjaga suhu sarang tetap hangat. Namun, saat cuaca menghangat sejenak, lebah menggunakan tenaganya untuk mencari makanan tambahan. Jadi, ketika suhu kembali turun secara drastis, mereka sudah kehabisan energi untuk menjaga kehangatan sarang. Perubahan itu berujung pada kehancuran.
Hal-hal baik sekalipun dapat menjadi berbahaya ketika kita dibuatnya lupa kepada hal yang terutama. Musa memperingatkan umat Allah tentang hal ini setelah mereka keluar dari Mesir dan akan memasuki tanah perjanjian, yang “rumah-rumahnya penuh dengan barang-barang yang baik” yang tidak mereka isi (Ul. 6:11 BIMK). “Apabila engkau sudah makan dan menjadi kenyang,” Musa berkata, “maka berhati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan Tuhan” (ay. 11-12).
Mengingat Allah dalam setiap berkat yang kita terima sangatlah penting, sebab Dialah sumber dari “setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna” (Yak. 1:17). Ketika kita merespons kebaikan-Nya dengan rendah hati—mengasihi-Nya dengan segenap hati, jiwa, dan kekuatan (Ul. 6:5)—kita akan menemukan berkat yang terbaik di dalam Dia.
Oleh: James Banks
Renungkan dan Doakan
Apa yang dapat Anda syukuri hari ini? Bagaimana Anda menyadari bahwa segala hal yang baik sesungguhnya berasal dari Allah?
Terima kasih, ya Bapa, atas kebaikan-Mu kepadaku. Tolonglah aku untuk senantiasa mengingat-Mu hari ini!
Amin
Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan Kekuatan dari Tuhan, Gbu
WAWASAN
Bacaan Ulangan 6 membawa kita kepada momen penting dalam sejarah Israel. Setelah keluar dari Mesir, bangsa itu bergantung sepenuhnya pada penyediaan Allah di padang gurun agar tetap hidup (8:16). Kini mereka berada di ambang tanah yang kaya dengan kota, rumah, sumur, dan ladang yang tidak mereka bangun sendiri (6:11). Peralihan dari perbudakan menuju kelimpahan membuat mereka rentan melupakan sumber dari segala berkat tersebut.
Yesus menyebut diri sebagai Sang Sumber ketika Dia memberi makan banyak orang, sehingga semua orang makan hingga kenyang, bahkan masih bersisa (Matius 14:18-21). Ketika kita merenungkan Allah sebagai sumber segala hal yang baik, biarlah kita merespons dengan rasa syukur yang tulus kepada-Nya. –Tim Laniak
Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti
Our Daily Bread

Tidak ada komentar:
Posting Komentar