Berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera. –Efesus 4:3
Baca: Efesus 4:1-7
Pada Januari 1967, kota Winneconne tidak sengaja terhapus dari peta jalan yang diterbitkan oleh pemerintah negara bagian Wisconsin. Akibatnya, pendapatan penting dari sektor pariwisata pun hilang. Karena itu, kota tersebut memutuskan untuk memisahkan diri dari Wisconsin dan menjadi negara bagiannya sendiri pada tanggal 21 Juli. Sebagian orang menilai tindakan pemisahan diri itu sebagai upaya mempermalukan pemerintah, sementara yang lain melihatnya sebagai keisengan semata. Namun, pada akhirnya, pemerintah dan kota tersebut berdamai serta bersatu kembali pada 22 Juli 1967.
Namun, sebagian besar perpecahan tidak selalu mudah diselesaikan dengan itikad baik. Perpecahan merupakan ancaman besar, sampai-sampai Kitab Amsal menyebut orang “yang menimbulkan pertengkaran” (6:19) sebagai salah satu dari “perkara . . . yang dibenci Tuhan” (6:16).
Perpecahan bukan hanya menimbulkan masalah, tetapi juga menciptakan gambaran yang keliru tentang Yesus dan Bapa-Nya. Pada malam sebelum disalibkan, Kristus berdoa agar para pengikut-Nya menjadi satu di dalam Dia, “supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku” (Yoh. 17:21).
Yesus dengan tegas menyatakan bahwa kesatuan—atau sebaliknya perpecahan—di antara saudara-saudari seiman dalam Kristus mempengaruhi bagaimana dunia akan mempercayai-Nya. Mungkin itulah sebabnya Paulus menasihati jemaat Efesus untuk “[berusaha] memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera” (Ef. 4:3). Kiranya kita membuka hati bagi Roh Kristus untuk mempersatukan kita, supaya dunia dapat mengenal Dia.
Oleh: Bill Crowder
Renungkan dan Doakan
Hal apa saja yang berpotensi memecah hubungan Anda dengan saudara-saudari seiman Anda? Bagaimana Anda dapat meredakan potensi konflik tersebut, supaya umat mengalami dan menunjukkan kesatuannya sebagai tubuh Kristus?
Ya Bapa, berilah aku hati yang mengasihi saudara-saudari seimanku dalam Kristus.
Amin
Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan Kekuatan dari Tuhan, Gbu
WAWASAN
Perpecahan membuat gereja lemah dan tidak efektif mengerjakan panggilannya untuk memuridkan jiwa. Dalam Yohanes 17, Yesus berdoa agar semua orang yang percaya kepada-Nya tetap bersatu (ay. 20-23). Dia tahu mereka akan saling membutuhkan ketika menghadapi pencobaan karena iman.
Paulus juga menekankan hal yang sama. Dalam Efesus 4, ia mengimbau umat Tuhan “hiduplah sesuai dengan kedudukanmu sebagai orang yang sudah dipanggil oleh Allah” (ay. 1 BIMK) dan “[berusaha] sungguh-sungguh untuk hidup dengan damai supaya kesatuan yang diciptakan oleh Roh Allah tetap terpelihara” (ay. 3 BIMK). Dalam surat Filipi, ia menasihati Euodia dan Sintikhe “supaya sehati sepikir dalam Tuhan” (4:2). Kemudian, dalam surat Kolose, ia berpesan kepada para pembacanya untuk “sabar satu sama lain, dan saling mengampuni” dan “saling mengasihi sebab kasih itulah yang menyatupadukan . . . semuanya sehingga menjadi sempurna” (3:13-14 BIMK).
Ketika orang percaya dipersatukan dalam kasih kepada Kristus, mereka dapat membawa pengharapan dan terang kepada dunia yang gelap (Matius 5:14-16). –Alyson Kieda
Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti
Our Daily Bread

Tidak ada komentar:
Posting Komentar