Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya. –Filipi 2:13
Baca: Filipi 2:12-13; 3:12-16
Di Singapura, pemerintah mendorong masyarakat untuk mendukung kegiatan amal melalui program penggandaan donasi. Pemerintah akan “menambahkan” jumlah donasi yang diberikan kepada lembaga amal tertentu dengan kontribusi yang sama besar atau lebih. Dengan melipatgandakan kontribusi masyarakat, pemerintah berharap dapat mendorong lebih banyak orang untuk terlibat dalam kegiatan amal.
Cara penggandaan ini mengingatkan saya pada panggilan orang percaya untuk hidup sesuai standar kekudusan Allah dalam perjalanan kita sebagai murid Yesus. Dalam surat kepada jemaat di Filipi, Paulus mendorong mereka untuk tetap “[mengerjakan] keselamatan” mereka (2:12) serta “mengejar . . . dan berlari-lari kepada tujuan” (3:12,14). Pada waktu yang sama, ia menekankan bahwa “Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya” (2:13).
Orang percaya dibenarkan di hadapan Allah bukan karena perbuatan baik atau pencapaian mereka. Meski demikian, pertumbuhan rohani kita mengandung konsep kemitraan. Pertumbuhan itu membutuhkan kesungguhan hati dan upaya dari kita, tetapi bukan dengan kekuatan kita sendiri. Setelah kita diselamatkan oleh kasih karunia-Nya, Allah memanggil kita untuk hidup kudus—dikhususkan bagi-Nya—dan kita merespons dengan kesungguhan dan rasa syukur. Dalam kerinduan kita untuk menaati dan menyenangkan-Nya, Dia pun memampukan dan menolong kita untuk melakukannya. Jika kita berbuat salah, Dia akan menyatakannya kepada kita (Flp. 3:15), memberi kita kekuatan untuk melawan godaan (1 Kor. 10:13), dan memampukan kita melakukan apa yang benar di mata-Nya (Ef. 2:10).
Oleh: Leslie Koh
Renungkan dan Doakan
Apa saja tantangan terbesar Anda untuk hidup setia dan menyenangkan Allah? Bagaimana Anda dapat semakin mengandalkan kuasa Roh Kudus?
Allah yang kudus, tolonglah aku untuk hidup kudus dan setia dalam perjalanan imanku, karena aku tahu, Engkau ingin aku menjadi serupa dengan Anak-Mu, Yesus.
Amin
Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan Kekuatan dari Tuhan, Gbu
WAWASAN
Dalam bacaan Alkitab hari ini, Rasul Paulus mengajak kita meneladani dirinya untuk “berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah” (Filipi 3:14). Ia juga menulis, “Aku tidak menghiraukan nyawaku sedikit pun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah” (Kisah Para Rasul 20:24).
Tujuan hidup Paulus adalah menjadi semakin serupa dengan Kristus dan menyebarluaskan Injil, dengan “hadiah” utama (Filipi 3:14) berupa hidup kekal bersama Yesus (ay. 10-11,20-21). Hadiah ini bukanlah hasil usaha kita. Dalam Efesus 2, Paulus menegaskan, “Karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah” (ay. 8). Pekerjaan baik adalah bukti karya Roh Allah di dalam kita dan melalui kita. Dengan kesanggupan Allah, kita dapat berjuang untuk hidup kudus dan setia. –Alyson Kieda
Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti
Our Daily Bread

Tidak ada komentar:
Posting Komentar