• Kekuatan dari Musik 2026-06-03

    Daud mengambil kecapi dan memainkannya; Saul merasa lega dan nyaman. –1 Samuel 16:23

    Baca: 1 Samuel 16:14-23

    Pada tanggal 21 November 1915, kandaslah harapan Sir Ernest Shackleton dan ke-27 awak kapalnya, seiring dengan tenggelamnya kapal mereka, Endurance , ke dalam kegelapan di bawah lapisan es Antarktika. Mereka semua selamat, tetapi terdampar ribuan kilometer jauhnya dari tempat asal mereka. Di kemudian hari, para kru bercerita tentang beberapa benda yang membantu mereka bertahan hidup, dan salah satunya adalah sebuah alat musik banjo. Dalam perjalanan mereka yang berat, Leonard Hussey (ahli meteorologi dalam ekspedisi tersebut) adalah satu-satunya orang yang diizinkan membawa perlengkapan pribadi yang seberat lebih dari 1 kg. Ia juga diizinkan membawa banjo bermerek Windsor seberat 5 kg lebih. “Banjo ini adalah penyembuh jiwa yang sangat penting,” ujar Shackleton kepada Hussey, “dan kita akan membutuhkannya.” Catatan jurnal para kru menceritakan kekuatan dari musik yang dimainkan Hussey. “Banjo itu . . . membuat kami dapat berpikir jernih,” tulis salah seorang pelaut. Yang lain menyebutnya sebagai “bagian tak terpisahkan” dari pengalaman mereka.

    Alkitab menggambarkan musik sebagai salah satu karunia Allah yang luar biasa, suatu cara Allah untuk menyembuhkan dan menghibur hati manusia. Dalam kisah Raja Saul yang tragis, kita membaca bagaimana (akibat ketidaktaatannya) ia “diganggu oleh roh jahat” (1 Sam. 16:14). Lalu, menurut hamba-hamba Saul, apa yang dibutuhkan sang raja untuk memperoleh kelegaan? Musik. Kemudian mereka menemukan Daud muda dengan kecapinya: “Daud mengambil kecapi dan memainkannya; Saul merasa lega dan nyaman, dan roh yang jahat itu undur dari padanya” (ay. 23).

    Musik tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga dapat menghadirkan sukacita, memperbarui harapan, dan menguatkan jiwa yang letih. Sungguh, musik adalah salah satu karunia Allah yang luar biasa.

    Oleh: Winn Collier

    Renungkan dan Doakan

    Penghiburan apa yang pernah Anda terima dari musik? Bagaimana musik memperdalam hubungan Anda dengan Allah?

    Ya Allah, terima kasih untuk musik yang Engkau karuniakan!

    Amin 

    Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan Kekuatan dari Tuhan, Gbu 

    WAWASAN

    Di Timur Tengah kuno, para musisi istana sering dipekerjakan untuk acara hiburan atau upacara keagamaan. Seperti yang terjadi pada Raja Saul dalam 1 Samuel 16, para pelayannya percaya bahwa gangguan batin yang dialami Saul dapat diringankan dengan alunan musik kecapi (ay. 16). Karena Daud adalah pemain kecapi yang terampil sekaligus prajurit yang tangguh (ay. 18), ia pun menjadi musisi dan pembawa senjata—membawa perisai sekaligus senjata Saul (ay. 21-23).

    Ayah Daud, Isai, mengirimkan makanan dan anggur melalui Daud kepada raja (ay. 19-20), mungkin sebagai ungkapan terima kasih karena anaknya dipilih untuk melayani raja. Kini, kita dapat mengingat bahwa Allah dapat menggunakan musik untuk memperbarui pengharapan dan menghadirkan sukacita bagi kita. –Monica La Rose

    Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti 

    Our Daily Bread

  • You might also like

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Mengenai Saya

Foto saya
Pematangsiantar, Sumatera Utara, Indonesia
Pengamat Sosial

Kekuatan dari Musik 2026-06-03

Daud mengambil kecapi dan memainkannya; Saul merasa lega dan nyaman. –1 Samuel 16:23 Baca: 1 Samuel 16:14-23 Pada tanggal 21 November 1915, ...

Halaman FB