• Kekuatan yang Lahir dari Kesulitan 2026-03-05

    Kita . . . tahu bahwa penderitaan menghasilkan ketekunan, ketekunan menghasilkan karakter, dan karakter menghasilkan pengharapan. –Roma 5:3-4 (AYT)

    Baca: Roma 5:1-5

    Jess sudah berusia lanjut saat pertama kalinya mendengar dongeng anak-anak tentang seorang bocah laki-laki dan seekor kupu-kupu. Ia segera memahami pelajaran dari kisah tersebut tentang kekuatan yang lahir dari kesulitan. Dalam cerita itu, si bocah laki-laki menerima kepompong kupu-kupu dan diberi tahu agar tidak membukanya. Namun, saat kepompong itu mulai bergerak dan bergetar di tangannya, ia tak bisa menahan diri. Anak itu mengambil gunting lalu merobek kepompong itu agar kupu-kupu di dalamnya dapat keluar.

    Sayangnya, setelah terbebas dari kepompong, kupu-kupu itu jatuh ke tanah dan mati tanpa sempat terbang. Si anak menangis tanpa memahami apa yang telah terjadi. Sebagai seseorang yang telah lanjut usia, Jess langsung mengerti. “Si anak telah menghalangi kupu-kupu itu untuk menggunakan otot-otot yang diperlukannya agar dapat tumbuh kuat dan terbang.”

    Meski itu hanyalah fabel dengan pesan moral untuk anak-anak, kisah tersebut menegaskan kebenaran alkitabiah yang diajarkan Paulus kepada jemaat yang mengalami penganiayaan di Roma: “Kita juga bersukacita dalam penderitaan kita karena tahu bahwa penderitaan menghasilkan ketekunan, ketekunan menghasilkan karakter, dan karakter menghasilkan pengharapan” (Rm. 5:3-4 AYT).

    Paulus tidak mengajak kita bergembira atas rasa sakit atau mengabaikan luka batin. Sebaliknya, ia menegaskan bahwa Allah ingin memakai kesulitan hidup untuk membentuk karakter kita dan membuat kita makin berharap kepada-Nya.

    Melalui kekuatan yang dianugerahkan-Nya, Allah membangun kepercayaan kita pada kuasa kemenangan-Nya. Kupu-kupu tadi kehilangan kesempatan untuk tumbuh kuat dan terbang. Namun, di dalam Kristus, kita dapat bersukacita karena kesulitan yang ada justru membentuk karakter kita dan membawa kita semakin dekat kepada Allah, Juruselamat kita.

    Oleh: Patricia Raybon

    Renungkan dan Doakan

    Bagaimana selama ini Anda memandang kesulitan? Bagaimana pergumulan hidup yang Anda alami telah memperkuat kepercayaan Anda kepada Allah?

    Tuhan Yesus, saat bergumul dengan kesulitan hidup, aku bersyukur, karena Engkau membentuk karakter dan kepercayaanku kepada-Mu.

    Amin 

    Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan Kekuatan dari Tuhan, Gbu 

    WAWASAN

    Argumen Paulus di sepanjang Kitab Roma memang rumit, tetapi ia sedang membangun dasar bagi teologi keselamatan kita. Pasal 5 menjadi kesimpulan dari argumen pembukanya, yaitu bahwa tidak seorang pun dapat dibenarkan di hadapan Allah melalui usaha sendiri. Orang non-Yahudi gagal, dan orang Yahudi tidak mampu menaati hukum Taurat dengan sempurna. Hanya oleh iman (dengan Abraham sebagai teladan yang ditunjukkan Paulus sebelumnya), kita dapat memiliki hubungan yang benar dengan Allah. Namun, hubungan itu tak selalu mudah. Iman mendatangkan lebih banyak daripada yang kita harapkan dan iman itu diuji dan dimurnikan melalui penderitaan yang kita alami. Di tengah pergumulan, kita bertumbuh dalam karakter dan iman, sehingga menjadi semakin serupa dengan Kristus. –Jed Ostoich 

    Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti 

    Our Daily Bread

  • You might also like

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Mengenai Saya

Foto saya
Pematangsiantar, Sumatera Utara, Indonesia
Pengamat Sosial

Kekuatan yang Lahir dari Kesulitan 2026-03-05

Kita . . . tahu bahwa penderitaan menghasilkan ketekunan, ketekunan menghasilkan karakter, dan karakter menghasilkan pengharapan. –Roma 5:3-...

Halaman FB