Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan, siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum. –Amsal 11:25
Baca: Amsal 11:24-31
Dalam auditorium Sekolah Kedokteran Albert Einstein, para mahasiswa berkumpul untuk menyimak dengan penuh perhatian pidato seorang wanita berusia 90 tahun bernama Ruth Gottesman. Di akhir pidatonya, Ruth mengumumkan sesuatu yang mengejutkan—ia akan menyumbangkan 1 miliar dolar AS agar para mahasiswa dapat menyelesaikan pendidikan tanpa harus membayar biaya kuliah. Kabar tersebut disambut sorakan dan ekspresi tak percaya dari seluruh hadirin. Donasi itu menjadi yang terbesar sepanjang sejarah sekolah kedokteran. Namun, dalam berbagai wawancara setelah momen itu, Ruth berbicara seolah-oleh dirinya yang menerima anugerah. Ia merasa begitu bersyukur, bersukacita, dan terhormat karena dapat membagikan kekayaannya.
Kitab Amsal mengajarkan bahwa demikianlah cara kerja kemurahan hati. Orang yang “menyebar harta” tidak merasa kehilangan atau kekurangan, tetapi justru menerima berkat yang tak terduga (11:24). Ketika kita bermurah hati dengan memberi kepada orang lain, alih-alih berkurang, kita justru memperoleh lebih banyak. “Siapa memberi minum,” kata Kitab Suci, “ia sendiri akan diberi minum” (ay. 25). Kita sering tergoda untuk menggenggam erat-erat apa yang kita miliki karena takut dimanfaatkan atau khawatir akan berkekurangan. Namun, cara kerja Allah memang berbeda. Yesus bahkan mengajarkan bahwa “adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima” (Kis. 20:35).
Kita dapat menunjukkan kemurahan hati dengan hidup dan harta benda kita, dengan membagikan apa yang kita miliki kepada mereka yang membutuhkan. Kita akan menyadari bahwa sebagai balasannya, kita sendirilah yang diberkati. Semua orang mendapat bagian dalam kelimpahan Kerajaan Allah.
Oleh: Winn Collier
Renungkan dan Doakan
Bagaimana tindakan memberi kepada orang lain telah memberkati hidup Anda sendiri? Dalam hal apa Allah sedang meminta Anda untuk lebih bermurah hati?
Ya Allah, tolonglah aku untuk bermurah hati seperti Engkau, dan percaya bahwa Engkau akan mencukupkan segala kebutuhanku.
Amin
Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan Kekuatan dari Tuhan, Gbu
WAWASAN
Orang “benar” digambarkan dengan indah dalam Amsal 11. Membaca pasal ini dengan saksama membuat kita merindukan kualitas yang ditampilkan di dalamnya. Ayat 24-25 menekankan berkat dari kemurahan hati. Adakah yang tidak ingin mengalami janji dalam ayat 28? “Orang benar akan tumbuh seperti daun muda.” Kata tumbuh juga dapat diartikan sebagai berkembang (BIMK). Dalam bahasa Ibrani, kata tersebut adalah parakh, yang berarti “menerobos keluar” atau “muncul,” dan dalam Perjanjian Lama digunakan untuk menggambarkan berkembangnya tunas tanaman atau pohon.
Mazmur 92 memberikan gambaran serupa: “Orang benar akan bertunas seperti pohon korma, akan tumbuh subur seperti pohon aras di Libanon; mereka yang ditanam di bait TUHAN akan bertunas di pelataran Allah kita” (ay. 13-14). Ketika kita bermurah hati dengan menolong orang lain, kita pun bertumbuh dan “ditolong juga” (Amsal 11:25 BIMK). –Arthur Jackson
Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti
Our Daily Bread

Tidak ada komentar:
Posting Komentar