• Siap untuk Bermurah Hati 2026-06-22

    Buah yang berjatuhan di kebun anggurmu janganlah kaupungut, tetapi semuanya itu harus kautinggalkan bagi orang miskin dan bagi orang asing. –Imamat 19:10

    Baca: Imamat 19:1-10

    Dalam upacara peringatan untuk mengenang mendiang paman buyut saya, disajikan hidangan daging sapi panggang, jagung, dan kacang-kacangan. Menu itu dipilih sebagai bentuk penghormatan atas keramahtamahan yang telah ia dan istrinya tunjukkan selama bertahun-tahun. Biasanya, setiap Minggu pagi, mereka menaruh daging dan sayuran ke dalam alat masak bersuhu rendah sebelum kemudian berangkat ke gereja. Seusai kebaktian, mereka akan mengajak seseorang untuk makan siang bersama, bisa teman dekat atau orang yang baru mereka kenal. Siapa pun itu, mereka pasti menyediakan makanan yang berlimpah di rumah. Hari Minggu sore memang mereka khususkan untuk menjamu tamu dengan penuh kasih.

    Kebiasaan mereka setiap Minggu itu mencerminkan kesiapan dan tekad hati untuk berbagi. Bangsa Israel diperintahkan untuk melakukan hal serupa. Melalui Musa, Allah memerintahkan mereka untuk menyisakan sebagian hasil panen “bagi orang miskin dan bagi orang asing” (Im. 19:10). Selama musim panen, mereka diperintahkan untuk tidak menuai sampai ke tepi ladang, membiarkan hasil yang jatuh, dan tidak memetik ulang buah anggur dari kebun mereka (ay. 9-10). Lewat tindakan penuh kasih ini, orang-orang yang tidak mempunyai tanah tetap bisa bekerja untuk memperoleh makanan. Bagi umat Allah, hal ini bukan tindakan spontan yang dilakukan sekali saja—meski itu juga bisa menjadi berkat yang indah. Itu haruslah menjadi cara hidup mereka dari tahun ke tahun.

    Ada berbagai kesempatan di sekitar kita untuk menunjukkan kasih dan keramahan Yesus. Ada yang terjadi dengan spontan, tetapi ada yang dapat kita siapkan terlebih dulu. Dengan pertolongan Allah, pikirkanlah bagaimana Anda dapat bermurah hati kepada orang lain hari ini (ay. 33).

    Oleh: Karen Pimpo

    Renungkan dan Doakan

    Dalam hal apa Allah memanggil Anda untuk bermurah hati? Seperti apa kesiapan Anda untuk menunjukkan kasih dan kebaikan?

    Tuhan Yesus, Engkau memberi teladan kasih dan pengorbanan diri yang sempurna. Tolonglah aku untuk selalu siap menunjukkan kasih-Mu kepada sesamaku.

    Amin

    Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan Kekuatan dari Tuhan, Gbu 

    WAWASAN

    Allah berjanji untuk menyediakan makanan secara berlimpah bagi umat-Nya (Imamat 25:18-19). Jadi, mengingat bahwa mereka pernah diperbudak di Mesir, Dia memerintahkan mereka untuk memberi makan orang yang miskin dan berkekurangan (19:9-10; Ulangan 24:19-22). Kisah Rut terjadi dengan latar belakang hukum tersebut (Rut 2). Allah juga ingin agar kita bersikap murah hati dengan membagikan berkat-berkat-Nya (baca juga Ulangan 15:7-11).

    Rasul Paulus berkata bahwa Allah memberikan berkat materi untuk dinikmati, juga memerintahkan orang percaya “mempergunakan uang mereka demi tujuan baik. . . . menjadi kaya dalam perbuatan-perbuatan baik dan dengan senang hati memberi kepada orang yang berkekurangan, selalu bersedia membagikan kepada orang lain apa yang diberikan Allah kepada mereka” (1 Timotius 6:18 FAYH). Hari ini, karena Allah telah memberkati kita berlimpah-limpah, kita dapat berusaha lebih lagi untuk bermurah hati kepada orang lain. –K.T. Sim

    Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti 

    Our Daily Bread

  • You might also like

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Mengenai Saya

Foto saya
Pematangsiantar, Sumatera Utara, Indonesia
Pengamat Sosial

Siap untuk Bermurah Hati 2026-06-22

Buah yang berjatuhan di kebun anggurmu janganlah kaupungut, tetapi semuanya itu harus kautinggalkan bagi orang miskin dan bagi orang asing. ...

Halaman FB