Berkemaslah dan pergilah bersama-sama dengan keluargamu, dan tinggallah di mana saja engkau dapat menetap sebagai pendatang, sebab Tuhan telah mendatangkan kelaparan. –2 Raja-Raja 8:1
Baca: 2 Raja-raja 8:1-6
Dante tinggal di suatu kawasan yang rawan banjir di Manila. Saat musim hujan tiba, anak laki-laki itu harus pergi ke sekolah dengan menyeberangi jembatan kayu darurat yang dibangun oleh tetangganya. “Pak Tomas menolong warga di sini agar bisa melakukan perjalanan,” kata Dante. “Beliau memegangku melintasi jembatan dan melindungiku dari hujan.”
Bertahun-tahun kemudian, Dante menjadi anggota sebuah gereja di bagian utara Manila. Ia mempunyai mentor rohani dan pemimpin kelompok pendalaman Alkitab bernama Leo. Suatu kali, saat bercakap-cakap mengenai masa kecil mereka, Dante baru tahu bahwa Leo adalah putra dari Pak Tomas! “Tidak ada yang kebetulan,” ujar Dante. “Allah memakai putra dari seseorang yang pernah memberkatiku untuk menolongku bertumbuh dalam iman.”
Seorang perempuan dari kota Sunem juga mengalami pemeliharaan Allah. Dengan iman, ia mengikuti nasihat Nabi Elisa untuk meninggalkan rumahnya agar terhindar dari bencana kelaparan (2 Raj. 8:1-2). Dengan melakukan hal tersebut, ia pun kehilangan hak milik atas rumah dan tanahnya. Sekarang, persis pada saat ia berusaha meminta bantuan raja mengenai masalah ini, sang raja sedang berbicara dengan Gehazi, hamba Nabi Elisa, tentang perempuan itu.
Bertahun-tahun sebelumnya, Gehazi telah menyaksikan putra dari wanita itu dibangkitkan dan hidup kembali. Sekarang, kata Gehazi, “Ya tuanku raja! Inilah perempuan itu dan inilah anaknya yang dihidupkan Elisa” (ay. 5). Raja kemudian “menugaskan seorang pegawai istana menyertai perempuan itu” (ay. 6) dan mengembalikan segala harta miliknya.
Kita dapat mempercayai Allah dan pemeliharaan-Nya, sekalipun apa yang terjadi tidak berjalan sesuai dengan rencana kita. Allah kita yang berdaulat akan menolong kita.
Oleh: Karen Huang
Renungkan dan Doakan
Bagaimana kisah perempuan Sunem tadi menguatkan Anda? Apa yang Anda pelajari dari kisah itu tentang pemeliharaan Allah?
Bapa Maha Kasih, terima kasih, karena Engkau memelihara hidupku.
Amin
Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan Kekuatan dari Tuhan, Gbu
WAWASAN
Pemeliharaan Allah atas kita memang tidak terbatas hanya pada masa-masa sulit, tetapi kita sering kali lebih merasakannya saat kesulitan datang. Bagi perempuan Sunem dan keluarganya, pemeliharaan itu tampak dalam dua bentuk. Pertama, melalui peringatan nabi Elisa tentang datangnya bencana kelaparan, yang membuat mereka melarikan diri ke tempat mereka dapat bertahan hidup (2 Raja-Raja 8:1-2). Kedua, ketika mereka kembali ke Israel dan mendapatkan kembali rumah, hak milik, dan pendapatan yang sempat hilang (ay. 6).
Kehadiran perempuan Sunem dan anaknya di hadapan raja, tepat saat Gehazi sedang menceritakan kisah mereka, adalah bukti lain dari pertolongan Allah atas mereka (ay. 3-6). Baik di masa senang maupun sulit, Allah setia memelihara kita. –Bill Crowder
Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti
Our Daily Bread

Tidak ada komentar:
Posting Komentar