• Keindahan dari Balik Tragedi 2025-09-26

    Oleh ketaatan satu orang semua orang menjadi orang benar. –Roma 5:19

    Baca: Kejadian 2:8-9; 3:1-6

    Danau Coniston di kawasan Lake District yang indah merupakan tempat liburan favorit bagi keluarga di Inggris. Perairannya sangat cocok untuk kegiatan berperahu, berenang, dan olahraga air lainnya. Namun, tempat yang indah itu juga pernah menjadi tempat dari tragedi besar. Pada tahun 1967, Donald Campbell mengemudikan perahu cepat Bluebird K7 miliknya, dengan tujuan memecahkan rekor dunia untuk kecepatan di atas air. Ia sempat mencapai kecepatan tertinggi pada 528 km/jam, tetapi pencapaian tersebut tidak bisa dirayakannya karena kemudian perahu Bluebird itu mengalami kecelakaan dan menewaskan Campbell.

    Peristiwa tragis dapat terjadi di tempat-tempat yang indah. Dalam Kejadian 2, Allah Sang Pencipta “mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu” (ay. 15). Taman itu adalah suatu mahakarya. Meski demikian, ketika ditempatkan di dalamnya, laki-laki dan perempuan pertama itu gagal menaati Allah, sehingga dosa dan kematian pun dibawa masuk ke dalam ciptaan-Nya (3:6-7). Hari ini, kita masih menyaksikan kehancuran yang timbul dari pilihan mereka yang tragis.

    Namun, Tuhan Yesus datang untuk menawarkan kehidupan kepada kita—orang-orang yang telah mati dalam dosa-dosa kita. Rasul Paulus menulis, “Jadi sama seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa, demikian pula oleh ketaatan satu orang semua orang menjadi orang benar” (Rm. 5:19). Oleh karena Yesus, tempat kediaman yang terindah melebihi segalanya sedang menanti kita.

    Dari keindahan timbul tragedi. Lalu, oleh kasih karunia Allah, dari balik tragedi timbullah keindahan abadi.

    Oleh: Bill Crowder

    Renungkan dan Doakan

    Kapan Anda pernah melihat Allah menghadirkan keindahan dari balik tragedi? Bagaimana Anda menanggapi peristiwa itu?

    Bapa di surga, terima kasih untuk keindahan abadi yang hanya dapat hadir dari Engkau sendiri.

    Amin 

    Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan Kekuatan dari Tuhan, Gbu 

    WAWASAN

    Taman Eden dirancang dengan penuh perhatian oleh Allah, Sang Pencipta, sebagai tempat tinggal bagi pria dan wanita pertama (Kejadian 2–3). Di sana tersedia segala yang mereka butuhkan, termasuk akses tanpa batas kepada Allah sendiri. Namun, karena ketidaktaatan mereka, mereka pun diusir dari rumah itu (3:24).

    Syukurlah, Yesus menjanjikan kediaman yang jauh lebih baik kepada para pengikut-Nya (Yohanes 14:1-4). Kediaman ini digambarkan oleh Yohanes dalam Kitab Wahyu: “Lalu aku mendengar suara yang nyaring dari takhta itu berkata: ‘Lihatlah, kemah Allah ada di tengah-tengah manusia dan Ia akan diam bersama-sama dengan mereka. Mereka akan menjadi umat-Nya dan Ia akan menjadi Allah mereka’” (Wahyu 21:3).

    Sama seperti Eden, hal terbesar dari kediaman baru ini bukanlah keindahan atau kemakmurannya, melainkan kehadiran Allah, karena “Allah sendiri akan berada dengan [umat-Nya]” (ay. 3 BIMK). –Bill Crowder

    Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti 

    Our Daily Bread

  • You might also like

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Mengenai Saya

Foto saya
Pematangsiantar, Sumatera Utara, Indonesia
Pengamat Sosial

Harta yang Disimpan di Surga 2026-02-04

Kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kita pun tidak dapat membawa apa-apa ke luar. –1 Timotius 6:7 Baca: 1 Timotius 6:6-12, 17-...

Halaman FB