Roh Tuhan menghinggapi dia. –Hakim-hakim 3:10
Baca: Hakim-hakim 3:7-11
Kematian sang suami mengawali masa transisi dalam hidup Nora. Ia meneruskan bisnis perangkat keras yang dibangun suaminya sekaligus merawat ketiga anak mereka seorang diri. “Kuatkan dirimu,” kata teman-teman kepadanya. Namun, apa artinya menjadi kuat? pikirnya. Apakah saya tidak boleh gagal dalam melakukan tanggung jawab saya?
Allah memberikan tanggung jawab yang besar kepada Otniel pada masa transisi bagi bangsa Israel. Sebagai hukuman atas penyembahan berhala yang diperbuat bangsa itu, Allah telah menyerahkan mereka “kepada Kusyan-Risyataim . . . dan orang Israel menjadi takluk kepada Kusyan-Risyataim delapan tahun lamanya” (Hak. 3:8). Di bawah tangan raja Mesopotamia yang kejam itu, “berserulah orang Israel kepada Tuhan, maka Tuhan membangkitkan seorang penyelamat” bagi mereka (ay. 9), yaitu Otniel, yang namanya berarti “kekuatan Allah.”
Sebagai hakim pertama Israel, Otniel tidak memiliki pendahulu untuk menolongnya. Pemimpin perang ini harus membimbing bangsa Israel untuk kembali menghayati ikatan perjanjian mereka dengan Allah dan membela mereka dari serangan musuh. Namun, karena “Roh Tuhan menghinggapi dia” (ay. 10), ia berhasil melakukannya. Dengan kekuatan Allah yang menopang kepemimpinan Otniel, “amanlah negeri itu empat puluh tahun lamanya. Kemudian matilah Otniel” (ay. 11).
Bagaimana kita dapat benar-benar menjadi kuat? Dengan menyadari bahwa kita sendiri tidak kuat dan dengan mempercayai Allah untuk memberikan kita kekuatan-Nya. “Cukuplah kasih karunia-[Nya] bagi [kita], sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-[Nya] menjadi sempurna” (2 Kor. 12:9). Kekuatan Allah akan bekerja melalui diri kita untuk melakukan hal-hal yang hanya dapat dicapai oleh-Nya.
Oleh: Karen Huang
Renungkan dan Doakan
Pernahkah Anda mencoba untuk menjadi kuat dengan upaya Anda sendiri? Bagaimana kisah Otniel mempengaruhi pemahaman Anda tentang kekuatan yang sejati?
Allah Bapa, tolonglah aku untuk mengandalkan kekuatan-Mu.
Amin.
Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan Kekuatan dari Tuhan, Gbu.
WAWASAN
Hakim-Hakim 2:10-19 menggambarkan pola berulang yang muncul sepanjang kitab tersebut. Ketika bangsa Israel tidak lagi “mengenal TUHAN atau pun perbuatan yang dilakukan-Nya bagi [mereka]” (ay. 10), mereka pun meninggalkan iman mereka. Akibatnya, Allah memihak musuh-musuh Israel untuk mengalahkan mereka (ay. 15). Namun, ketika umat-Nya berseru dalam “rintihan” (ay. 18), Allah menjawab dengan membangkitkan seorang hakim untuk menyelamatkan mereka. Selama hakim itu hidup, mereka mengalami keamanan (ay. 18), tetapi setelah sang hakim meninggal, pola itu kembali terulang (ay. 19).
Hakim-Hakim 3:7-11 memberikan contoh konkret dari pola ini. Murka Allah atas dosa Israel membuat mereka ditindas selama delapan tahun (ay. 8). Ketika mereka berseru kepada Tuhan, Dia membangkitkan Otniel untuk menyelamatkan mereka dengan kuasa Roh Kudus (ay. 9-10). Seperti Allah menguatkan Otniel, kita pun dapat mengandalkan kekuatan-Nya, agar Dia melakukan apa yang Dia sendiri sanggup lakukan melalui hidup kita. –Monica La Rose
Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti
Our Daily Bread

Tidak ada komentar:
Posting Komentar