Kamu akan mengetahui, bahwa Akulah Tuhan, Allahmu. –Keluaran 16:12
Baca: Keluaran 16:11-16
Penyanyi dan penulis lagu, Jane Kristen Marczewski, yang dikenal oleh para penggemarnya sebagai Nightbirde, meraih perhatian publik pada tahun 2021 melalui acara pencarian bakat televisi yang populer. Pada tahun 2017, ia didiagnosis menderita kanker payudara stadium 3. Setahun kemudian, kankernya mengalami remisi, sehingga Nightbirde mulai melakukan tur. Akan tetapi, beberapa bulan kemudian, kankernya kambuh dengan peluang kesembuhan yang sangat kecil. Yang luar biasa, ia kembali pulih dan dinyatakan bebas kanker. Namun, pada 19 Februari 2022, Nightbirde meninggal dunia.
Dalam perjalanan berat yang dilaluinya, Nightbirde pernah menulis: “Aku mengingatkan diriku bahwa aku sedang berdoa kepada Allah yang mengizinkan bangsa Israel tersesat selama puluhan tahun. Mereka memohon-mohon untuk tiba ke tempat tujuan mereka . . . tetapi sebaliknya, Dia membiarkan mereka mengembara, dan menjawab doa-doa yang tidak mereka panjatkan . . . Setiap pagi, Dia mengirimkan roti belas kasihan dari surga kepada mereka . . . Aku memohon roti belas kasihan itu . . . Bangsa Israel menyebutnya manna, yang artinya ‘apa ini?’ Itulah yang juga aku tanyakan. . . . Aku yakin ada belas kasihan di sini—tetapi seperti apa bentuknya?”
Kisah pembebasan bangsa Israel mengungkapkan banyak tentang belas kasihan Allah. Pertama, mereka menerima janji belas kasihan-Nya: “Kamu akan kenyang makan roti” (Kel. 16:12). Kedua, bisa jadi belas kasihan-Nya tidak seperti yang kita duga. “Mereka tidak tahu apa itu” (ay. 15). Belas kasihan sering kali tidak terlihat seperti yang kita bayangkan. Meski demikian, itu tetaplah belas kasihan. Bagi bangsa Israel, belas kasihan itu berupa manna di pagi hari. Bagi Nightbirde, belas kasihan itu berupa selimut yang dihadiahkan seorang teman dan kehangatan tangan ibunya.
Oleh: John Blase
Renungkan dan Doakan
Bagaimana belas kasihan Allah telah mengejutkan Anda? Apa artinya bagi Anda untuk memohon belas kasihan-Nya hari ini?
Allah yang penuh belas kasihan, aku bersyukur untuk rahmat-Mu. Tolonglah aku untuk selalu memohon belas kasihan-Mu.
Amin...
Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan Kekuatan dari Tuhan, Gbu
WAWASAN
Pengembaraan di gurun (Keluaran 16:11-16) dan penyediaan manna dari Allah menjadi contoh atau pola tentang kehendak Allah sebagai Gembala dan Raja agung yang mencukupi kebutuhan umat-Nya—karya pemeliharaan yang dirayakan setiap tahun dalam Hari Raya Pondok Daun. Sang Gembala yang Baik dalam Injil senantiasa mencukupkan kebutuhan orang percaya secara ajaib, selagi mereka melewati “padang gurun” kehidupan mereka (Markus 6:32-44). Namun, barulah di akhir zaman Dia akan sepenuhnya menghapus segala bentuk penderitaan dan kekurangan yang dialami para pengikut-Nya yang setia.
Wahyu 7 menggambarkan masa depan itu: “Ia yang duduk di atas takhta itu akan membentangkan kemah-Nya di atas mereka. Mereka tidak akan menderita lapar dan dahaga lagi, dan matahari atau panas terik tidak akan menimpa mereka lagi. Sebab Anak Domba yang di tengah-tengah takhta itu, akan menggembalakan mereka dan akan menuntun mereka ke mata air kehidupan. Dan Allah akan menghapus segala air mata dari mata mereka” (ay. 15-17). –Tim Laniak
Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti
Our Daily Bread

Tidak ada komentar:
Posting Komentar