• Menghayati Kebenaran Kristus 2025

    Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup.” –Yohanes 14:6

    Baca: Yohanes 14:1-7

    Ketika teman saya, Connor, mengambil foto dengan kamera tuanya, ia tidak mementingkan pencahayaan yang menarik, memoles bagian-bagian yang coreng-moreng, atau membuang bagian yang kurang enak dilihat. Hasil fotonya terlihat begitu apa adanya. Namun, di konten media sosial saya, karya foto Connor tampak menonjol di antara foto-foto orang atau tempat menarik yang telah diedit dengan sangat halus. Meski tidak lazim, karyanya begitu indah karena menyampaikan kebenaran tentang sesuatu tanpa ditutupi-tutupi.

    Kita semua merindukan kesejatian, tetapi terkadang kebenaran tidak selalu menarik bagi kita. Menjelang kematian-Nya, Yesus menyatakan, “Akulah . . . kebenaran” (Yoh. 14:6). Murid-murid-Nya sempat bertanya-tanya bagaimana mereka dapat sampai ke rumah Bapa yang diceritakan Yesus dengan penuh kerinduan (ay. 2-3). Namun, mereka gagal melihat bahwa Yesus, yang berdiri di hadapan mereka, adalah jawaban dari pertanyaan mereka. Mereka bergumul untuk memahami bahwa Dia akan membawa kemenangan melalui pengorbanan diri-Nya.

    Yesaya bernubuat bahwa Mesias yang akan datang tidak memiliki keindahan maupun keagungan: “Tak ada yang indah padanya untuk kita pandang; tak ada yang menarik untuk kita inginkan” (Yes. 53:2 BIMK). Banyak perkataan Yesus yang begitu tidak terduga dan sulit diterima oleh para pemuka agama, sehingga mereka menentang-Nya (Yoh. 11:45-48). Namun, Yesus mengundang kita secara terbuka untuk mengenal kebenaran dan menemukan kehidupan sejati. Dia berkata, “Sekiranya kamu mengenal Aku,” kata Yesus, “pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku” (Yoh. 14:7). Di tengah dunia yang penuh dengan kepalsuan dan tidak realistis, hayatilah kebenaran yang indah dari Kristus hari ini!

    Oleh: Karen Pimpo

    Renungkan dan Doakan

    Menurut Anda, apakah yang selama ini Anda cari adalah keindahan yang hanya di permukaan dan bukan kebenaran sejati? Bagaimana Anda dapat semakin menghayati perkataan Yesus?

    Tuhan Yesus, aku memilih untuk mengikut-Mu, sebagai sumber segala kebenaran.

    Amin....

    Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan Kekuatan dari Tuhan, Gbu 

    WAWASAN

    Dalam Yohanes 13–17, kita menyaksikan sebuah adegan yang patut dipandang dengan penuh khidmat dan kekaguman. Pasal-pasal ini memuat kata-kata terakhir Kristus kepada murid-murid-Nya sebelum Dia ditangkap dan disalibkan. Tepat setelah Yudas pergi untuk mengkhianati-Nya, Yesus berkata, “Sekarang Anak Manusia dipermuliakan dan Allah dipermuliakan di dalam Dia” (13:31). Kematian-Nya yang ngeri demi kita merupakan pusat dalam seluruh misi Kristus.

    Awalnya, para murid tidak dapat menerima kenyataan ini. Penyaliban adalah kebenaran yang keras dan sulit mereka terima. Namun, Yesus harus mati agar kita dapat diperdamaikan dengan Bapa kita di surga. Dia berjanji, “Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu.” Perkataan-Nya, “Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku” (14:2-3) menyatakan puncak dari kebenaran yang sulit itu, yakni sukacita abadi bersama Bapa kita. –Tim Gustafson

    Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti 

    Our Daily Bread

  • You might also like

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Mengenai Saya

Foto saya
Pematangsiantar, Sumatera Utara, Indonesia
Pengamat Sosial

Harta yang Disimpan di Surga 2026-02-04

Kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kita pun tidak dapat membawa apa-apa ke luar. –1 Timotius 6:7 Baca: 1 Timotius 6:6-12, 17-...

Halaman FB