• Ditajamkan dengan Besi 2025-10-23

    Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya. –Amsal 27:17

    Baca: Amsal 27:17-27

    Louise, seorang manajer proyek, menyesal telah mengambil pekerjaan tambahan yang sekarang dilakukannya. Baik klien maupun desainernya terus menguji kesabarannya. Mengapa pekerjaan ini begitu sulit? pikirnya. Mengapa mereka tidak bisa bekerja sama dengan baik?

    Beberapa minggu kemudian, saat ia membaca Amsal 27, ayat 17 mencuri perhatiannya. Di sana dikatakan bahwa “besi menajamkan besi.” “Kita tidak bisa menghaluskan sisi-sisi yang kasar dengan sesuatu yang lembut, seperti sutra,” kata Louise kepada kelompok kecilnya tak lama setelah itu. “Kita membutuhkan sesuatu yang keras, seperti besi.”

    Louise menyadari bahwa tantangan-tantangan yang dihadapinya dalam proyek tersebut sedang mengikis dan memperhalus sisi-sisi kasar dalam dirinya sendiri. Ia belajar untuk bersikap lebih sabar dan rendah hati, serta beradaptasi dengan cara kerja yang berbeda-beda. Ia dapat menyimpulkan bahwa Allah menggunakan pekerjaan tersebut untuk menyingkapkan kekurangannya dan mengajarinya hikmah yang baru tentang bekerja sama dengan orang lain.

    Banyak bagian dari Kitab Amsal menjunjung hikmat ilahi sebagai harta yang berharga, tetapi hikmat ini tidak diperoleh dengan mudah. Hikmat ini perlu dicari dengan penuh ketaatan dan pengertian (3:13; 13:20; 19:20), dan dimurnikan dalam kuali dan perapian, lesung dan alu (27:21-22)—mengacu kepada situasi-situasi yang mungkin akan membawa rasa sakit dan penderitaan untuk sesaat.

    Namun, Alkitab mengingatkan kita bahwa ada upah dalam setiap tantangan. Dengan sungguh-sungguh mencari hikmat Allah dan menaati jalan-jalan-Nya, kita akan menemukan rasa aman, kepuasan, dan berkat yang sejati (ay. 26-27).

    Oleh: Leslie Koh

    Renungkan dan Doakan

    Pelajaran apa saja yang Anda peroleh dari situasi-situasi sulit yang Anda hadapi? Bagaimana cara Allah memurnikan dan membentuk Anda, supaya makin serupa dengan Anak-Nya, Yesus?

    Bapa terkasih, berilah aku kekuatan untuk menghadapi pencobaan, dan kerendahan hati untuk belajar dari tantangan yang kuhadapi. Terima kasih, Engkau membentuk dan memurnikanku setiap hari.

    Amin 

    Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan Kekuatan dari Tuhan, Gbu 

    WAWASAN

    Belajar melihat masalah dan cobaan sebagai sarana yang dipakai Allah menjadi kunci penting dalam pertumbuhan rohani. Allah tidak menghendaki hidup kita selalu mudah dan tanpa tantangan, melainkan Dia mau kita “menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya” (Roma 8:29).

    Seperti api memurnikan emas (Amsal 17:3; 27:21), panasnya ujian dapat menjadi sarana Allah untuk memurnikan kita dan membentuk kita agar semakin menyerupai Yesus. Yakobus, saudara tiri Yesus, menulis, “Ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh” (Yakobus 1:3-4).

    Salah satu aspek berjalan dalam iman adalah percaya bahwa Allah tidak menyia-nyiakan apa pun. Ketika masa-masa sulit datang, kita dapat yakin bahwa Dia memiliki tujuan dalam setiap ujian tersebut, yakni untuk memurnikan dan membentuk kita semakin serupa Kristus. –Bill Crowder

    Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti 

    Our Daily Bread

  • You might also like

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Mengenai Saya

Foto saya
Pematangsiantar, Sumatera Utara, Indonesia
Pengamat Sosial

Harta yang Disimpan di Surga 2026-02-04

Kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kita pun tidak dapat membawa apa-apa ke luar. –1 Timotius 6:7 Baca: 1 Timotius 6:6-12, 17-...

Halaman FB