Ketika saudara-saudari seiman kita perlu bantuan, tolonglah mereka. –Roma 12:13 (TSI)
Baca: Roma 12:9-16
Dengan kelebihan waktu yang saya punya, saya sudah berencana akan melayani orang-orang semampu saya selama beberapa bulan ke depan. Namun, ketika sedang membantu seorang teman, saya tersandung dan jatuh hingga lengan saya patah di tiga bagian. Kini sayalah yang membutuhkan pertolongan. Saudara-saudari seiman menunjukkan kepedulian mereka dengan menjenguk, memberikan hadiah, mengirim bunga, menelepon, mengirim pesan pendek, doa, menyediakan makanan (bahkan sekotak cokelat), dan membantu saya berbelanja. Saya sungguh terharu mengalami betapa baiknya anggota keluarga, teman-teman, dan rekan-rekan gereja saya! Saya merasa seolah-olah Allah berkata kepada saya, “Tenang saja. Kamu membutuhkan pertolongan, dan kamu akan melihat seperti apa kepedulian itu.” Berkat kepedulian itu, saya lebih memahami apa artinya melayani dengan sepenuh hati dan mengucap syukur kepada Allah atas kehadiran sesama.
Saudara-saudari seiman itu menolong saya dengan antusias, sesuai dengan apa yang diperintahkan Paulus kepada jemaat di Roma untuk mereka ikuti (Rm. 12). Ia mendorong mereka untuk melakukan banyak hal, termasuk mengasihi dengan tulus, melayani satu sama lain dalam kasih, saling menghormati, dan rela berbagi dengan mereka yang membutuhkan bantuan (ay. 9-13). Paulus mengajari mereka doktrin melalui suratnya. Akan tetapi, ia juga memberi tahu mereka bahwa hidup di dalam Kristus bukanlah teologi yang abstrak, melainkan kebenaran yang ditunjukkan lewat kehidupan sehari-hari (psl.12-16). Jalan Allah adalah kasih. Menerima lalu membagikan kasih-Nya kepada orang lain menjadi salah satu dari banyak cara untuk mengungkapkan kasih-Nya kepada kita.
Setiap kali kita mencari dan menemukan cara-cara yang sederhana untuk melayani sesama di gereja atau komunitas kita, mereka akan dikuatkan, kita sendiri diberkati, dan Allah pun dimuliakan.
Oleh: Anne Cetas
Renungkan dan Doakan
Siapa yang membutuhkan bantuan Anda minggu ini? Apa yang akan Anda lakukan untuk membantunya?
Tiada terukur kebaikan-Mu, ya Allah. Tolonglah aku menerima dan membagikan kasih-Mu kepada orang-orang di sekelilingku.
Amin
Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan Kekuatan dari Tuhan, Gbu
WAWASAN
Ada pola yang konsisten muncul dalam surat-surat Paulus kepada jemaat-jemaat (seperti Efesus dan Kolose), yakni ia terlebih dahulu menjelaskan doktrin, baru kemudian menguraikan penerapan praktis sebagai respons iman. Dalam Kitab Roma, bagian doktrin terdapat dalam pasal 1–11, sementara penerapan praktisnya memenuhi pasal 12–16.
Transisi yang penting muncul di Roma 12:1 berupa kata-kata karena itu: “Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.” Paulus menyatakan bahwa karena kasih dan anugerah Allah telah dinyatakan kepada kita—sebagaimana dijelaskan dalam pasal 1–11—hati kita sepatutnya merespons seperti yang dijabarkan dalam pasal 12-16.
Seorang hamba Tuhan pernah berkata, “Apa yang kita percayai harus mempengaruhi dan memberi dampak pada perbuatan kita sebagai wakil Allah.” Kasih Allah kepada kita memampukan kita untuk kemudian mengasihi orang lain. –Bill Crowder
Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti
Our Daily Bread

Tidak ada komentar:
Posting Komentar