Tuhan telah mendengar permohonanku, Tuhan menerima doaku. –Mazmur 6:10
Baca: Mazmur 6:4-10
Proyek lepasan yang saya kerjakan tidak berjalan dengan baik. Klien-klien saya menuntut sesuatu yang tampaknya mustahil, dan saya merasa begitu tertekan dan kecil hati. Awalnya saya terpikir untuk mundur saja, tetapi itu berarti saya tidak akan menerima bayaran atas pekerjaan yang sudah saya lakukan dan membuang kesempatan untuk mengerjakan lagi proyek-proyek mereka berikutnya. Namun kemudian, sebuah pemikiran terlintas di benak saya: Sudahkah saya berdoa kepada Allah?
Seperti tertampar, saya menyadari bahwa saya sudah lupa meminta pertolongan Allah! Jadi, saya pun berdoa . . . dan hati saya menjadi lebih tenang. Memang tidak ada yang berubah—pekerjaannya tetap sulit—tetapi saya dapat merasakan damai sejahtera. Sekarang saya tahu saya dapat bersandar pada Allah: saya hanya perlu melakukan bagian saya dan menyerahkan hasilnya kepada Allah.
Mungkin Daud merasakan hal yang sama ketika ia menyerahkan ketakutan dan kekhawatirannya kepada Allah. Di awal Mazmur 6, ia menggambarkan kesusahan hatinya karena diburu oleh musuh-musuhnya (ay. 4,8). Namun, ketika ia terus datang kepada Allah untuk meminta pertolongan-Nya, ia diyakinkan: “Tuhan telah mendengar permohonanku, Tuhan menerima doaku” (ay. 10).
Kebenaran itu datang bersamaan dengan harapan bahwa ia akan menerima kelepasan dalam waktu dan cara Allah sendiri (ay. 11). Doa bukanlah teknik untuk membuat kita merasa lebih baik, melainkan sebuah hubungan langsung dengan Pribadi yang Maha Tahu dan Maha Kuasa, yang akan menolong kita dalam waktu dan cara-Nya sendiri. Apakah Anda sedang merasa tertekan atau kecil hati? Berdoa saja, sebab Allah mendengar.
Oleh: Leslie Koh
Renungkan dan Doakan
Masalah atau kekhawatiran apa yang Anda hadapi saat ini? Bagaimana Anda dapat mengingatkan diri sendiri untuk selalu membawa pergumulan itu kepada Allah?
Ya Allah, terima kasih, karena Engkau selalu mendengar doaku, saat memohon pertolongan-Mu. Berilah aku damai sejahtera dalam hati, karena aku tahu, aku dapat menyerahkan segala kesusahanku ke dalam tangan-Mu yang kuat dan penuh kasih.
Amin
Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan Kekuatan dari Tuhan, Gbu
WAWASAN
Meski situasi yang dialami Daud dalam Mazmur 6 tidak disebutkan, kegawatan yang ia alami sangat jelas. Ia berseru, “Kasihanilah aku, TUHAN, sebab aku merana; sembuhkanlah aku, TUHAN, sebab tulang-tulangku gemetar, dan jiwaku pun sangat terkejut; tetapi Engkau, TUHAN, berapa lama lagi?” (ay. 3-4). Beban berat itu semakin terasa dalam ayat 7-8: “Lesu aku karena mengeluh . . . Mataku mengidap karena sakit hati, rabun karena semua lawanku.”
Di tengah penderitaan itu, Daud tetap memanjatkan doa (ay. 5–6), dan Allah mendengarnya (ay. 9–10). Prinsip yang sama terlihat dalam kisah Hana di 1 Samuel 1. Ia mandul dan tertekan oleh duka, namun tetap berseru kepada Allah (ay. 10). Tuhan menjawab doanya (ay. 17, 20), dan Hana pun merespons dengan puji-pujian atas kebaikan-Nya (1 Samuel 2:1–10).
Ketika kita mengalami masalah, kekecewaan, atau kekhawatiran, kita pun dapat datang kepada Allah dalam doa. Kita bisa yakin bahwa Ia mendengar dan akan menjawab sesuai dengan kehendak-Nya—dengan kasih setia yang tidak pernah gagal. –Arthur Jackson
Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti
Our Daily Bread

Tidak ada komentar:
Posting Komentar