Tetapi kamu tidak mendengarkan Aku, demikianlah firman Tuhan. –Yeremia 25:7
Baca: Yeremia 25:4-11
Alida melakukan tes DNA pada tahun 2020 dan mendapatkan hasil yang cocok dengan seorang pria yang tinggal di sisi yang lain dari Amerika Serikat. Ia dan anak-anak perempuannya lalu menemukan artikel berita dari dekade 1950-an yang membawa mereka pada kesimpulan bahwa pria tersebut adalah Luis, paman Alida yang sudah lama hilang! Luis diculik di sebuah taman pada tahun 1951 ketika masih berusia enam tahun. Tes DNA tadi, yang diambil 70 tahun setelah Luis menghilang, berujung pada reuni membahagiakan antara Luis dan keluarga biologisnya. Alida berkata, “Saya harap, dengan tersebarnya cerita [kami], semoga ada keluarga lain yang terbantu. . . . Pesan saya, jangan pernah menyerah.”
Tujuh puluh tahun adalah waktu yang lama untuk menjaga harapan. Yeremia dan bangsa Yehuda tentu merasa hancur hati dan juga takut saat Allah berkata bahwa mereka akan “menjadi hamba kepada raja Babel tujuh puluh tahun lamanya” (Yer. 25:11). Meski demikian, bangsa itu tetap mengabaikan Allah dan menolak untuk berbalik dari “tingkah langkah [mereka] yang jahat dan dari perbuatan-perbuatan [mereka] yang jahat” (ay. 5), yang telah membuat mereka menjadi “kengerian dan sasaran ejekan” (ay. 8 FAYH). Orang Yehuda dikecam lebih dari 30 kali dalam Kitab Yeremia karena tidak mau mendengarkan Allah. Tujuh puluh tahun mungkin terasa begitu lama, tetapi Allah masih menyertai mereka, dan Dia berjanji bahwa masa-masa sulit itu pada akhirnya akan berlalu (29:10).
Ketika kita sedang menghadapi masa-masa sulit yang terasa tidak berujung dan bergumul untuk mempercayai Allah, Dia berjanji selalu menyertai kita dan mengasihi kita (30:11). Saat kita mendengarkan-Nya dan menanti Dia dengan sepenuh hati, kita akan menemukan pengharapan.
Oleh: Tom Felten
Renungkan dan Doakan
Bagaimana caranya Anda dapat bertahan di masa-masa sulit? Janji-janji Allah manakah yang dapat memberikan Anda penghiburan?
Allah Maha Kasih, tolonglah aku untuk dapat menemukan pengharapan di dalam Engkau.
Amin
Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan Kekuatan dari Tuhan, Gbu
WAWASAN
Rakyat Yehuda begitu keras kepala, enggan bertobat, dan terus menolak untuk percaya kepada Allah. Mereka terang-terangan mengabaikan peringatan-Nya tentang hukuman yang akan mereka terima akibat penyembahan berhala (Yeremia 25:3-7). Akibatnya, bangsa Babel akan datang menghancurkan negeri mereka, dan seluruh rakyat akan diasingkan ke Babel selama 70 tahun (ay. 8-11). Namun, Allah tidak pernah meninggalkan mereka. Dia tetap menjanjikan penyertaan dan kasih-Nya: “Janganlah takut kepada raja Babel . . . sebab Aku menyertai kamu untuk menyelamatkan kamu dan untuk melepaskan kamu dari tangannya. Aku akan membuat kamu mendapat belas kasihan, sehingga ia merasa belas kasihan kepadamu dan membiarkan kamu tinggal di tanahmu” (42:11-12).
Dalam situasi apa pun yang kita hadapi hari ini, kita dapat mempercayakan diri kepada Allah, karena Dia senantiasa mengasihi dan menyertai kita. –K.T. Sim
Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti
Our Daily Bread

Tidak ada komentar:
Posting Komentar