• Tidak Sekadar Impian 2025-11-12

    Rahmat Allah yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan. –1 Petrus 1:3

    Baca: 1 Petrus 1:3-9, 13

    Semasa saya remaja, pada tiap musim gugur, nenek saya akan membawa katalog Natal dari toserba JCPenney. Dengan gembira, saya langsung mengambilnya dan menikmati foto-foto yang mengagumkan di dalamnya.

    Pada masa kini, foto-foto semacam itu muncul setiap hari di ponsel pintar kita, sebagai hasil algoritma dari beragam harapan dan impian kita, dalam bentuk informasi yang dikirimkan sesuai dengan selera kita. Alangkah mudahnya kita menenggelamkan diri di dalam semua informasi itu. Baru-baru ini, para ahli menyebut fenomena digital ini sebagai dreamscrolling. Sebuah survei menunjukkan bahwa rata-rata pengguna ponsel pintar di AS melakukan dreamscrolling lebih dari dua jam sehari! Beragam gambar dan foto yang menggoda hati berusaha mengundang kita untuk berharap, dan juga meyakini, bahwa jika saja kita memiliki satu hal itu, semuanya akan menjadi lebih baik.

    Sebaliknya, Kitab Suci mengajak kita untuk melepaskan genggaman kita atas hal-hal duniawi. Dalam 1 Petrus 1:3-4, kita membaca, “Rahmat [Allah] yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan, untuk menerima suatu bagian yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar dan yang tidak dapat layu.” Petrus membedakan kerinduan kita yang bersifat sementara dengan janji akan sesuatu yang pasti membawa kepuasan, yakni janji tentang pengharapan yang kita miliki dalam kasih karunia Allah. Kemudian, ia menambahkan, “Letakkanlah pengharapanmu seluruhnya atas kasih karunia yang dianugerahkan kepadamu pada waktu penyataan Yesus Kristus” (ay. 13).

    Saya juga melakukan dreamscrolling. Namun, saya memohon agar Allah menolong saya untuk belajar semakin bersandar pada pengharapan-Nya yang mulia, dan menyerahkan seluruh kerinduan saya hanya kepada-Nya.

    Oleh: Adam R. Holz

    Renungkan dan Doakan

    Apa yang sebenarnya Anda cari, saat Anda melakukan dreamscrolling? Apa yang selama ini memikat hati Anda?

    Bapa, dunia ini penuh dengan janji-janji yang hanya akan membuatku merasa hampa. Namun, pengharapanku di dalam-Mu tidak akan pernah mengecewakan. Ajarlah aku berharap kepada-Mu hari ini.

    Amin 

    Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan Kekuatan dari Tuhan, Gbu 

    WAWASAN

    Rasul Petrus menuliskan suratnya untuk menguatkan orang-orang percaya yang tersebar di berbagai provinsi Romawi (1 Petrus 1:1), yang kini terdapat di negara Turki. Mereka menghadapi penganiayaan dari tiga pihak: pemerintah Romawi di bawah kekuasaan Kaisar Nero yang kejam (37–68 M), komunitas orang Yahudi, dan juga keluarga mereka sendiri.

    Orang percaya dianiaya pemerintah karena menolak menyembah kaisar sebagai dewa dan tidak ikut beribadah di kuil-kuil dewa Romawi. Mereka juga menolak nilai-nilai budaya Romawi yang penuh kebejatan. Di hadapan tekanan ini, mereka diingatkan Petrus untuk tetap kuat (ay. 6-9), karena mereka memiliki “hidup yang penuh pengharapan” (ay. 3) dan “bagian” yang abadi di surga (ay. 4).

    Tentang 1 Petrus 1:3-5, teolog Ray Stedman menulis, “Inilah harapan akan surga—tempat abadi yang telah disediakan untuk [orang-orang percaya]. . . . Yang kita miliki bukan hanya hidup yang penuh pengharapan untuk masa yang akan datang sampai selamanya, tetapi juga kuasa yang nyata, hari ini, saat ini juga!”

    Ketika kita memusatkan hati dan keinginan kita kepada Kristus, hal-hal duniawi kehilangan pesonanya. –Alyson Kieda

    Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti 

    Our Daily Bread

  • You might also like

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Mengenai Saya

Foto saya
Pematangsiantar, Sumatera Utara, Indonesia
Pengamat Sosial

Harta yang Disimpan di Surga 2026-02-04

Kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kita pun tidak dapat membawa apa-apa ke luar. –1 Timotius 6:7 Baca: 1 Timotius 6:6-12, 17-...

Halaman FB