Di waktu petang, pagi dan tengah hari aku cemas dan menangis; dan Ia mendengar suaraku. –Mazmur 55:18
Baca: Mazmur 55:1-5, 16-22
Suatu saat, di tengah kebakaran hutan yang hebat, seorang penjaga hutan berhasil menyelamatkan seekor anak beruang. Ia kemudian meletakkan hewan itu di lokasi yang aman dan jauh dari kobaran api. Berdiri dengan kaki belakangnya yang mungil, anak beruang itu memeluk betis sang pria. Ketika penjaga hutan itu mencoba melepaskan diri dengan lembut, beruang kecil itu membuka mulutnya seolah berteriak dengan putus asa. Ia berusaha memanjat dan meraih sang penjaga karena ingin tetap berada dalam pelukan sosok pelindungnya itu. Saat anak beruang itu memegangi lengannya, pria yang baik hati tersebut akhirnya mengalah dan mengusap kepala hewan berbulu itu dengan penuh kasih.
Bagaimana jika kita sendiri mengejar Juruselamat sejati kita—Yesus—dengan kegigihan dan keyakinan yang sama seperti si anak beruang yang mengejar dan bergantung pada pribadi yang menyelamatkannya dari kematian?
Setiap manusia ciptaan Allah membutuhkan keselamatan. Daud sang pemazmur mengakui kebutuhannya akan seorang penyelamat—ia rindu agar Allah mendengar dan menjawab doa-doanya (Mzm. 55:2-3). Karena menyadari masalah, ancaman, penderitaan, dan ketakutan yang dialaminya (ay. 4-6), Daud mengejar Allah dengan penuh kegigihan. “Tetapi aku berseru kepada Allah, dan Tuhan akan menyelamatkan aku,” katanya (ay. 17). “Di waktu petang, pagi, dan tengah hari aku cemas dan menangis; dan Ia mendengar suaraku” (ay. 18). Daud terus-menerus berdoa, percaya bahwa Allah mendengarkannya dan yakin bahwa Dia akan menyelamatkannya “dengan aman” (ay. 19).
Apa pun kesulitan atau penderitaan yang kita hadapi, kita dapat berseru kepada Allah seperti yang Daud lakukan. Juruselamat kita yang penuh kasih mengejar kita, mendengar seruan kita, dan menyelamatkan kita ketika kita juga mengejar-Nya dengan sungguh-sungguh.
Oleh: Xochitl Dixon
Renungkan dan Doakan
Bagaimana cara Anda “mengejar Allah” hari ini? Dalam momen apa Anda mengalami penyelamatan Allah secara pribadi?
Allah yang baik, terima kasih, karena Engkau telah menyelamatkanku dari kematian, melalui karya Kristus. Engkaulah tempat perlindunganku setiap hari.
Amin
Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan Kekuatan dari Tuhan, Gbu
WAWASAN
Daud sedang mengalami penderitaan emosional yang mendalam dan rasa sakit yang luar biasa (Mazmur 55:5-6). Derita itu disebabkan oleh pengkhianatan seseorang yang sangat ia percayai, yang ia sebut dengan penuh kasih sebagai “temanku dan orang kepercayaanku . . . yang bersama-sama bergaul dengan baik” (ay. 14-15). Awalnya, Daud terpikir untuk bersembunyi jauh di padang gurun untuk berlindung dari angin ribut, dengan harapan dapat melarikan diri dari rasa sakit itu.
Ia menggambarkan dirinya seperti burung yang terbang ke gurun, yang ia harap dapat memberinya tempat perlindungan yang aman (ay. 7-9). Namun, pada akhirnya, ia memilih untuk berlari kepada Allah, dengan menegaskan bahwa hanya Dialah yang sanggup menyelamatkan dan membuatnya aman (ay. 17-19). Daud berkata, “Serahkanlah kuatirmu kepada TUHAN, maka Ia akan memelihara engkau! (ay. 23).
Sebagaimana Allah menjaga Daud, Dia pun mendengar dan menjaga kita dalam setiap kesulitan. –K.T. Sim
Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti
Our Daily Bread

Tidak ada komentar:
Posting Komentar