Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa. –Lukas 2:10
Baca: Lukas 2:8-14
Banyak ahli sejarah meyakini bahwa siaran musik dan pidato melalui radio pertama kalinya didengar oleh para operator radio Angkatan Laut AS dan kapal-kapal lainnya di Samudra Atlantik pada malam Natal tahun 1906. Mereka tidak mendengar bunyi bip atau denyut kode Morse seperti biasanya, melainkan suara Reginald Fessenden yang memainkan biola solo lagu Natal “O, Holy Night” (O Malam Kudus). Fessenden menutup siaran bersejarah itu dengan menggemakan pujian para malaikat: “Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi!” (Luk. 2:14). Para pendengar pertama itu pasti tertegun mendengar alunan musik yang menyentuh jiwa dan kata-kata pujian yang mengagungkan kelahiran Yesus Kristus.
Orang-orang yang pertama kali terkejut mendengar kabar kelahiran Yesus adalah para gembala yang sedang bekerja menjaga kawanan domba di malam hari. Tiba-tiba, seorang malaikat muncul, bersinar terang dengan kemuliaan Allah, dan membuat para gembala ketakutan. Malaikat itu menenangkan mereka dan berkata, “Sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud” (ay. 10-11). Para gembala segera meninggalkan domba mereka untuk menyelidiki kabar itu. Mereka lalu menemukan Sang Bayi terbaring di palungan, persis seperti yang telah diberitakan kepada mereka (ay. 16,20).
Para gembala menerima kabar baik itu dengan penuh sukacita. Kiranya kita pun bersukacita dan mau memberitakan kelahiran serta kehidupan Yesus yang ajaib kepada orang lain.
Oleh: Amy Boucher Pye
Renungkan dan Doakan
Bagaimana Anda akan merespons berita yang disampaikan oleh malaikat? Menurut Anda, mengapa Allah memilih untuk mengungkapkan kelahiran Anak-Nya kepada para gembala?
Tuhan Yesus, kelahiran-Mu dinyatakan kepada para gembala, karena Engkau tidak membeda-bedakan siapa pun, dan Engkau datang ke dunia untuk mengasihi dan menyelamatkan kami.
Amin
Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan Kekuatan dari Tuhan, Gbu
WAWASAN
Dalam Lukas 1, Maria menaikkan pujian yang “memuliakan Tuhan . . . Allah juruselamatku” (ay. 46-47). Ia menyebut dirinya sebagai “hamba [Allah] yang hina” (ay. 48 BIMK), dan mengakui bahwa Allah “menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang-orang yang rendah” (ay. 52).
Lukas 2 menunjukkan bagaimana Allah benar-benar meninggikan yang rendah ketika malaikat menyampaikan kabar baik tentang kelahiran Yesus pertama-tama kepada para gembala (ay. 9-12). Mereka adalah kaum yang terpinggirkan dan dianggap najis secara agama karena pekerjaan yang membuat mereka harus berada di luar kota dan tidak sesuai dengan norma-norma masyarakatnya. Para gembala sulit berpartisipasi dalam hari raya dan upacara korban, tetapi justru mereka yang dipilih untuk menyaksikan nyanyian surgawi di bukit Betlehem (ay. 13-14).
Malaikat berbicara tentang “kesukaan besar untuk seluruh bangsa” (ay. 10)—termasuk untuk para gembala, dan kita juga. Marilah kita ikut merayakan keajaiban kelahiran Kristus. –Tim Gustafson
Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti
Our Daily Bread

Tidak ada komentar:
Posting Komentar