• Percaya Melampaui yang Kasatmata 2025-12-04

    Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. –Ibrani 11:1

    Baca: Ibrani 11:1-4

    Pada akhir abad ke-19, tidak banyak orang yang pernah menginjakkan kaki di hutan besar pohon sequoia di Amerika Serikat, dan banyak yang meragukan keberadaan pohon-pohon raksasa itu. Namun, pada tahun 1892, empat penebang pohon berani menjelajahi Hutan Big Stump di California dan menghabiskan 13 hari untuk menebang sebuah pohon raksasa bernama Mark Twain. Pohon ini sudah berumur 1,341 tahun, menjulang setinggi 91 meter, dengan diameter mencapai 15 meter. Seorang pengamat menyebutnya sebagai pohon “dengan proporsi yang sangat indah, salah satu pohon paling sempurna di hutan itu.” Potongan dari pohon yang luar biasa dan kini telah hancur itu lalu dikirim ke Museum Sejarah Alam Amerika, agar orang-orang dapat melihat keagungan pohon sequoia.

    Namun kenyataannya, kita tidak dapat membuktikan setiap kebenaran hanya lewat penglihatan. Kitab Ibrani menyebut iman sebagai “dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat” (Ibr. 11:1). Iman bukanlah khayalan atau sesuatu yang irasional, sebab seluruh kisah Alkitab berakar pada satu Pribadi—Yesus—yang benar-benar pernah masuk ke dalam sejarah manusia. Iman mencakup seluruh indra dan akal budi, tetapi tidak berhenti di sana. Iman membutuhkan sesuatu yang lebih dalam. “Karena iman kita mengerti, bahwa alam semesta telah dijadikan oleh firman Allah,” lanjut sang penulis kitab, “sehingga apa yang kita lihat telah terjadi dari apa yang tidak dapat kita lihat” (ay. 3).

    Memang tidak selalu mudah mempercayai apa yang tidak dapat kita sentuh, lihat, atau pahami seutuhnya. Akan tetapi, iman kepada Kristus—yang dimampukan oleh Roh Kudus—menolong kita untuk percaya melampaui apa yang kasatmata.

    Oleh: Winn Collier

    Renungkan dan Doakan

    Dalam hal apa Anda bergumul untuk percaya dan beriman? Bagaimana Anda dapat lebih yakin mempercayai Allah?

    Ya Allah, tolonglah aku untuk percaya dan yakin sepenuhnya kepada-Mu.

    Amin 

    Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan Kekuatan dari Tuhan, Gbu 

    WAWASAN

    Ibrani 11 memuji para laki-laki dan perempuan dalam Perjanjian Lama atas iman mereka kepada Allah. Mereka percaya bahwa suatu hari nanti Allah akan menepati janji-janji-Nya, termasuk janji untuk mengutus Juruselamat. Namun, bahkan selama Yesus melayani di dunia, banyak orang tetap menolak-Nya—meski mereka telah melihat diri dan karya-Nya secara langsung.

    Di Roma 10:9, Paulus menegaskan, “Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.” Ia melanjutkan, “Iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus” (ay. 17). Ketika kita mendengar Injil dan percaya kepada-Nya, keselamatan menjadi milik kita. Orang percaya perlu terus memandang kepada Yesus, “sebab Dialah yang membangkitkan iman kita dan memeliharanya dari permulaan sampai akhir” (Ibrani 12:2 BIMK). Walau kita tidak pernah melihat Kristus secara jasmani, Alkitab menyatakan-Nya dengan jelas, dan Roh Kudus terus bekerja menumbuhkan iman kita (Yohanes 14:16,26). –Alyson Kieda

    Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti 

    Our Daily Bread

  • You might also like

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Mengenai Saya

Foto saya
Pematangsiantar, Sumatera Utara, Indonesia
Pengamat Sosial

Harta yang Disimpan di Surga 2026-02-04

Kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kita pun tidak dapat membawa apa-apa ke luar. –1 Timotius 6:7 Baca: 1 Timotius 6:6-12, 17-...

Halaman FB