Allah tidak membedakan orang. Setiap orang dari bangsa mana pun yang takut akan Dia dan yang mengamalkan kebenaran berkenan kepada-Nya. –Kisah Para Rasul 10:34-35
Baca: Kisah Para Rasul 10:30-35, 39-43
London adalah kota kosmopolitan, tempat tinggal bagi orang-orang dari berbagai bangsa. Kedatangan mereka dari seluruh penjuru dunia memang membawa kekayaan budaya, seperti beragamnya kuliner yang tersedia. Namun, keberagaman ini juga menghadirkan tantangan. Saya merasa sedih ketika mendengar teman-teman dari sebuah negara Eropa yang baru bergabung dengan Uni Eropa merasa diremehkan. Mereka merasa diabaikan, disalahkan atas berbagai masalah, dan dibenci karena pekerjaan yang mereka lakukan.
Namun, Allah tidak membeda-bedakan orang—demikian pula seharusnya kita. Dia senantiasa bekerja meruntuhkan tembok-tembok yang memisahkan sesama manusia. Kita melihat bagaimana Roh-Nya bekerja dalam penglihatan Petrus yang sedang berdoa di atap rumah. Lewat penglihatan itu, Petrus dipanggil untuk melayani Kornelius, seorang non-Yahudi yang takut akan Allah. Lewat peristiwa itu, Allah menolong Petrus meninjau ulang peraturan Yahudi yang melarang pergaulan dengan orang-orang non-Yahudi. Petrus pun taat, lalu pergi ke rumah Kornelius untuk memberitakan kabar baik tentang Yesus. Ia berkata, “Sesungguhnya aku telah mengerti, bahwa Allah tidak membedakan orang. Setiap orang dari bangsa mana pun yang takut akan Dia dan yang mengamalkan kebenaran berkenan kepada-Nya” (Kis. 10:34-35).
Sebagai pengikut Kristus, kita dipanggil untuk mengasihi dan melayani siapa saja yang diciptakan menurut gambar dan rupa Allah. Misi ini menuntut kita untuk tidak membeda-bedakan orang berdasarkan bangsa atau warna kulit mereka. Kiranya kita belajar untuk mengupayakan keadilan dan membela kaum yang tertindas, sesuai dengan tuntunan Allah (lihat Yes. 1:17).
Oleh: Amy Boucher Pye
Renungkan dan Doakan
Menurut Anda, mengapa Allah meruntuhkan tembok-tembok yang memisahkan orang-orang dari berbagai bangsa? Bagaimana Anda dapat bersuara untuk membela kaum yang tertindas?
Ya Allah, tolonglah aku untuk dapat membawa pengaruh dari-Mu ke dalam komunitasku.
Amin....
Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan Kekuatan dari Tuhan, Gbu
WAWASAN
Dalam Kisah Para Rasul 10, jawaban Petrus kepada perintah Allah sangat berbeda dengan jawaban Yunus. Allah sama-sama memerintahkan sang nabi yang membangkang dan Rasul Petrus untuk menyerukan firman-Nya kepada bangsa non-Yahudi. Yunus kabur melalui Yafo dalam ketidaktaatan (Yunus 1:3), sedangkan Petrus, ketika berada di Yope (Yafo zaman itu), mendengarkan perintah Allah dan langsung pergi ke rumah Kornelius (Kisah Para Rasul 10:23-24). Yunus merespons belas kasih Allah dengan marah (Yunus 4:1), tetapi Petrus mengizinkan hati dan pikirannya diubahkan oleh penerimaan Allah atas orang-orang bukan Yahudi (Kisah Para Rasul 10:34,44-48).
Sebagai orang percaya, kita dipanggil untuk mengasihi setiap orang tanpa memandang bulu, karena kita semua diciptakan menurut gambaran Allah. –Jed Ostoich
Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti
Our Daily Bread

Tidak ada komentar:
Posting Komentar