• Hari Ini Sangat Berharga 2026-01-10

    Kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. –Yakobus 4:14

    Baca: Yakobus 4:13-17

    Pham, seorang kolektor asal Vietnam, telah menyelamatkan 20 buah jam gereja dari berbagai penjuru Eropa—jam-jam tua yang kini banyak digantikan oleh versi elektronik. Salah satu jam tersebut dibuat di Italia pada tahun 1750 dan, secara luar biasa, masih menunjukkan waktu dengan akurat. Pham menikmati proses perbaikan dan pelestarian benda-benda bersejarah itu. Baginya, jam-jam tersebut menjadi pengingat akan betapa berharganya waktu dan pentingnya menikmati setiap momen yang ada.

    Penulis surat Yakobus mengajak para pembacanya untuk merenungkan nilai yang berharga dari waktu. Dalam pasal 4, ia mengingatkan mereka bahwa hidup itu bagaikan “uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap” (Yak. 4:14). Yakobus memperingatkan agar kita tidak gegabah merancang masa depan, dengan berkata, “Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung” (ay. 13) tanpa terlebih dahulu meminta petunjuk dari Allah. Alih-alih berasumsi bahwa Allah pasti membuat kita berhasil dalam waktu yang kita rancang sendiri, kita perlu ingat bahwa kita “tidak tahu apa yang akan terjadi besok” (ay. 14). Merancang keberhasilan tanpa melibatkan Allah adalah bentuk kesombongan dan arogansi.

    Ketika menyadari singkatnya hidup ini, kita belajar untuk lebih terbuka terhadap masa depan yang kita rencanakan dan lebih menghargai momen demi momen yang kita jalani. Kita hidup dan bekerja dengan mengikuti rancangan serta tujuan Allah, sembari mempercayakan masa depan kita kepada-Nya dengan rendah hati, dan menikmati hari demi hari sebagai karunia-Nya yang berharga—apa pun yang terjadi di sepanjang hari tersebut.

    Oleh: Kirsten Holmberg

    Renungkan dan Doakan

    Kapan Anda tergoda untuk merencanakan sesuatu tanpa melibatkan Allah? Bagaimana Anda dapat menghayati hari demi hari yang dijalani sebagai karunia-Nya yang berharga?

    Terima kasih, ya Allah, untuk hari yang telah Engkau karuniakan ini. Kupercayakan masa depanku sepenuhnya kepada-Mu.

    Amin

    Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan Kekuatan dari Tuhan, Gbu 

    WAWASAN

    Yakobus berbicara tegas dengan memperingatkan kita untuk tidak mengandalkan rencana kita (Yakobus 4:13). Memang tidak salah untuk membuat rencana, bahkan bodoh jika kita tidak melakukannya. Akan tetapi, sungguh sombong apabila kita berencana tanpa mengandalkan hikmat Alkitab dan meminta Bapa untuk menuntun kita dengan Roh-Nya.

    Tak seorang pun “berencana” untuk mengalami cobaan, dan kita pun tak menginginkannya, tetapi terkadang Allah memberi berkat-berkat terbaik-Nya dari kesulitan terbesar. Yakobus berkata, “Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan” (1:2-3). Ketika kita mempercayakan hidup dan masa depan kita kepada Allah, kita dapat lebih berserah dalam menyusun rencana-rencana kita. Sekalipun harus mengalami pencobaan, setiap hari dapat menjadi anugerah yang indah. –Tim Gustafson

    Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti 

    Our Daily Bread

  • You might also like

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Mengenai Saya

Foto saya
Pematangsiantar, Sumatera Utara, Indonesia
Pengamat Sosial

Istirahat yang Menyegarkan 2026-02-05

Marilah kita berusaha sungguh-sungguh untuk menerima istirahat yang dijanjikan Allah itu. Jangan sampai seorang pun dari kita gagal. –Ibrani...

Halaman FB