Janganlah ingat-ingat hal-hal yang dahulu, dan janganlah perhatikan hal-hal yang dari zaman purbakala! –Yesaya 43:18
Baca: Yesaya 43:16-21
Kita hidup di era digital, ketika internet seolah tak pernah melupakan apa pun. Setiap foto, unggahan, dan tulisan seperti tersimpan untuk selamanya. Namun, salah satu mesin pencari besar telah memperkenalkan fitur privasi yang memungkinkan pengguna meminta penghapusan data pribadi seperti nomor telepon dan alamat rumah. Meski tidak sepenuhnya menghapus data seseorang dari internet, fitur ini mengurangi visibilitasnya dalam hasil pencarian, sehingga terasa memberi orang semacam kendali atas jejak digitalnya.
Gagasan “menghapus masa lalu” ini menggemakan firman Tuhan yang disampaikan sang nabi dalam Yesaya 43:18-19: “Janganlah ingat-ingat hal-hal yang dahulu, dan janganlah perhatikan hal-hal yang dari zaman purbakala! Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru.” Ucapan ini disampaikan kepada bangsa Israel saat mereka berada dalam pembuangan di Babel, suatu masa yang penuh keputusasaan dan kerinduan akan pemulihan. Allah meminta umat-Nya untuk tidak terjebak dalam kegagalan masa lalu dan penderitaan dari pengasingan, melainkan untuk menantikan karya pemulihan yang akan Dia kerjakan, yakni pembebasan dari Babel dan kepulangan ke tanah air mereka— suatu pembebasan yang baru dan lebih penting daripada yang pernah nenek moyang mereka alami. Dia tidak sekadar menghapus kenangan pahit, tetapi “membuat jalan” (ay. 19) di masa mendatang—jalan pengharapan dan tujuan yang baru.
Demikian pula kita. Alih-alih berkutat dengan kegagalan dan penyesalan masa lalu, marilah mempercayai pengorbanan Kristus (Ibr. 10:10) yang telah menghapus segala dosa, penyesalan, dan aib kita, dengan “tidak mengingat-ingat dosa [kita]” (Yes. 43:25). Allah sanggup membawa kita melangkah maju menuju masa depan yang telah Dia siapkan.
Oleh: Marvin Williams
Renungkan dan Doakan
Mengapa masa lalu begitu sulit untuk dilepaskan? Bagaimana Anda dapat meneguhkan kepercayaan Anda kepada Allah dan menyambut awal yang baru?
Ya Allah, tolonglah aku melepaskan masa laluku dan membuka hati untuk masa depan yang Engkau sediakan.
Amin
Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan Kekuatan dari Tuhan, Gbu
WAWASAN
Allah membuang bangsa Yehuda ke Babel oleh karena dosa-dosa mereka (Yesaya 39:6-7). Ratusan tahun sebelumnya, mereka telah diselamatkan Allah secara ajaib dari Mesir (43:16-17), tetapi mereka tidak boleh lagi “ingat-ingat hal-hal yang dahulu” (ay. 18) karena perjalanan ajaib mereka yang pertama itu akan kalah oleh “sesuatu yang baru” yang akan Allah buat bagi mereka (ay. 19). Dia akan membawa mereka kembali dari pembuangan (ay. 5-7) dan memberi mereka masa depan yang gilang gemilang (ay. 20-21). Lebih penting lagi, Dia akan menghapus dosa-dosa mereka (ay. 25). Mereka diampuni bukan karena mereka layak diampuni—karena mereka sudah gagal menghormati Dia sebagai Allah mereka (ay. 22-24)—tetapi karena diri Allah sendiri (ay. 25).
Allah mengampuni dosa-dosa kita karena Dia “Allah yang sudi mengampuni, yang pengasih dan penyayang, yang panjang sabar dan berlimpah kasih setia-Nya" (Nehemia 9:17). Alih-alih mengingat dosa-dosa masa lalu, kita dapat menantikan masa depan dengan penuh harap, karena Allah membuat “sesuatu yang baru” melalui Yesus Kristus. –K.T. Sim
Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti
Our Daily Bread

Tidak ada komentar:
Posting Komentar