Di sini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini? –Yohanes 6:9
Baca: Yohanes 6:5-15
Pada tanggal 9 Desember 1987, karena seekor tupai mengunyah kabel listrik di Connecticut, sistem komputer yang mengelola indeks pasar saham raksasa milik Nasdaq tercekat, tersendat, lalu padam. Sejumlah perusahaan besar di dunia dibuat lumpuh dan tak berdaya. Selama hampir satu setengah jam, perekonomian global menanti dengan cemas akan pengaruh yang ditimbulkannya. Semua itu terjadi karena seekor hewan pengerat kecil yang ulet.
Kitab Suci penuh dengan kisah tentang hal-hal kecil yang membawa dampak besar. Allah kerap memakai sesuatu yang tampaknya lemah untuk menunjukkan kuasa-Nya. Yohanes mencatat bagaimana Tuhan Yesus memberi makan orang banyak (5.000 laki-laki, dan diperkirakan mencapai 15.000 jiwa jika termasuk perempuan dan anak-anak) ketika “seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan” menyerahkan bekalnya itu (Yoh. 6:9). Dalam Perjanjian Lama, kita mengenal Daud, seorang gembala muda yang berhasil mengalahkan raksasa karena kepercayaannya kepada Allah (1 Sam. 17). Kristus sendiri berulang kali menegaskan bahwa Kerajaan Allah itu seperti biji sesawi, “yang paling kecil dari segala jenis benih” (Mat. 13:32).
Di tengah krisis dunia yang rumit dan pergumulan pribadi atau keluarga yang mencemaskan, kita cenderung merasa bahwa tindakan kita terlalu kecil untuk memiliki dampak. Namun, Kitab Suci mengingatkan kita untuk tetap taat dan percaya. Kita meyakini, bahwa dengan pertolongan Allah, hal-hal kecil dapat berdampak luar biasa (Yoh. 6:10-12).
Oleh: Winn Collier
Renungkan dan Doakan
Kapan Anda pernah merasa kecil atau tidak berdaya? Pada saat seperti itu, bagaimana Anda merasakan undangan Allah untuk menyerahkan perasaan tersebut kepada-Nya?
Ya Allah, sering kali aku merasa tak berarti dan tak punya apa pun untuk diberikan. Ingatkanlah aku bahwa bersama-Mu, hal-hal kecil dapat berdampak luar biasa.
Amin
Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan Kekuatan dari Tuhan, Gbu
WAWASAN
Setelah memberi makan lima ribu orang (Yohanes 6:5-13), orang banyak kembali menemukan Yesus (ay. 25). Yesus tahu bahwa mereka hanya ingin menantikan mukjizat-Nya, maka Dia berkata, “Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal” (ay. 27). Dia lalu menjelaskan, ”Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah” (ay. 29). Sama seperti sedikit makanan yang diberikan si anak kecil berdampak besar, keputusan untuk mempercayai Kristus di tengah krisis pun membawa hasil yang mengagumkan, bagi kita maupun bagi orang-orang yang akan dijamah Allah melalui kita. –Tim Gustafson
Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti
Our Daily Bread

Tidak ada komentar:
Posting Komentar