• Gagal Mengenali Allah 2026-02-24

    Ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kita pun dia tidak masuk hitungan. –Yesaya 53:3

    Baca: Yesaya 53:1-6

    Banyak orang menjauhi George Chase. George tinggal di sebuah pondok kecil berukuran 13 meter persegi di tengah hutan yang terletak pada pertemuan Sungai Pawcatuck dan Teluk Little Narragansett, New England. Penduduk setempat tahu bahwa George tidak memiliki bak mandi—fakta yang terbukti dari aroma tubuhnya.

    Namun, segalanya berubah saat badai besar dari Samudra Atlantik menerjang pesisir itu pada tahun 1938, menghancurkan rumah-rumah indah di sepanjang pantai. Orang-orang yang selamat berusaha menjauhi teluk dan mencari tempat aman. Sebelas orang dari mereka, dalam keadaan basah dan menggigil, menemukan tempat yang mereka cari pada pondok milik George. Ia menyambut mereka dengan apa yang ia punya: air, susu, teh jahe, dan kehangatan. Setelah badai reda, pandangan masyarakat terhadap George berubah total.

    Alangkah menyedihkannya apabila kita menilai orang hanya dari penampilan luar, sesuatu yang sayangnya sering kita lakukan. Kita bahkan memperlakukan Yesus seperti itu—membayangkan Dia tampan dan mengesankan seperti yang tampak dalam lukisan-lukisan lama. Namun, Nabi Yesaya berkata tentang Sang Mesias: “Ia tidak tampan dan semaraknya pun tidak ada sehingga kita memandang dia . . . ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kita pun dia tidak masuk hitungan” (Yes. 53:2-3). Meski demikian, Dia telah memberikan kepada kita semua yang ada pada diri-Nya. “Sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya” (ay. 4). Dia menyerahkan hidup-Nya supaya kita beroleh hidup.

    Sungguh tragis apabila kita gagal mengenali sisi kemanusiaan orang lain hanya karena penampilan mereka. Lebih tragis lagi jika kita gagal mengenali keilahian dalam diri Yesus yang tidak kita perhitungkan!

    Oleh: Tim Gustafson

    Renungkan dan Doakan

    Bagaimana Anda dapat melihat lebih dalam dari penampilan dan menyadari sisi kemanusiaan orang lain? Saat membayangkan Yesus, gambaran apa yang muncul dalam benak Anda?

    Tuhan Yesus, ajarlah aku untuk melihat setiap orang sebagai sesama yang Engkau ciptakan segambar dengan-Mu.

    Amin 

    Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan Kekuatan dari Tuhan, Gbu 

    WAWASAN

    Saat Kristus mengajar di bait suci pada Hari Raya Pondok Daun, orang-orang bertanya heran, “Bagaimanakah orang ini mempunyai pengetahuan demikian tanpa belajar!” Yesus menjawab, “Ajaran-Ku tidak berasal dari diri-Ku sendiri, tetapi dari Dia yang telah mengutus Aku” (Yohanes 7:15-16). Dia memperingatkan mereka, “Janganlah menghakimi menurut apa yang nampak, tetapi hakimilah dengan adil” (ay. 24). Hal serupa terjadi di kota asal-Nya, Nazaret. Orang-orang bertanya, “Hikmat apa pulakah yang diberikan kepada-Nya? . . . Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria, saudara Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon?” (Markus 6:2-3). Mereka tidak menyadari bahwa Yesus, yang hadir di tengah mereka, akan mati dengan rela demi dosa-dosa manusia (Yesaya 53:2-4). Dia menyerahkan nyawa-Nya bagi kita, dan sanggup menolong kita mengasihi setiap orang yang diciptakan menurut gambar Allah (Kejadian 1:27). –Alyson Kieda

    Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti 

    Our Daily Bread

  • You might also like

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Mengenai Saya

Foto saya
Pematangsiantar, Sumatera Utara, Indonesia
Pengamat Sosial

Gagal Mengenali Allah 2026-02-24

Ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kita pun dia tidak masuk hitungan. –Yesaya 53:3 Baca: Yesaya 53:1-6 B...

Halaman FB