Empat puluh tahun lamanya Tuhan memimpin kamu melalui padang gurun, namun pakaian dan sandalmu tidak menjadi usang. –Ulangan 29:5 (BIMK)
Baca: Nehemia 9:19-21
Keponakan saya yang baru masuk kuliah mulai sibuk dengan berbagai tugas dan penyesuaian diri di tempat tinggalnya yang baru. Suatu kali, karena masalah keamanan yang muncul belakangan ini, pihak kampus mewajibkan mahasiswa untuk mendaftarkan kendaraan mereka. Karena menyadari bahwa hal itu akan menambah daftar tugasnya yang sudah banyak, saya pun menawarkan diri untuk menolongnya.
“Terima kasih, tante!” katanya, sambil terkejut karena urusan itu ternyata hanya memakan waktu beberapa menit. Namun, ia tidak tahu bahwa urusan yang tampak sederhana itu sebenarnya membutuhkan waktu setengah hari: berkoordinasi dengan administrasi kampus, memperbaiki masalah dalam pengajuannya, dan melengkapi dokumen yang ternyata dibutuhkan. Meski demikian, saya tidak menceritakan semua kerumitan itu kepadanya. “Sama-sama!” jawab saya.
Kasih hadir dan dinyatakan dalam hal-hal terkecil. Dalam konteks saya, kasih hadir lewat kesediaan saya mengurus segala hal ihwal yang tidak disadari keponakan saya. Kitab Suci juga menunjukkan bagaimana kasih Allah hadir dalam detail-detail kehidupan bangsa Israel selama di padang gurun. Selama 40 tahun berjalan kaki, “pakaian dan sandal [mereka] tidak menjadi usang” (Ul. 29:5 BIMK), bahkan kaki mereka tidak bengkak! (8:4).
Meski umat Allah sering tidak setia, Dia tetap menunjukkan “kasih sayang-[Nya] yang besar” dengan tidak meninggalkan mereka (Neh. 9:10). Mereka “tidak berkekurangan” (ay. 21). Allah menyediakan hal-hal “besar,” seperti hadirat-Nya, bimbingan Roh-Nya, manna dan air (ay. 19-20), sekaligus hal-hal “kecil” yang penting, seperti pakaian dan sandal.
Kasih Allah hadir dalam hal-hal yang sering kita lewatkan atau tidak disadari. Begitu besar kasih-Nya sehingga Dia memperhatikan setiap hal terkecil dalam hidup kita.
Oleh: Karen Huang
Renungkan dan Doakan
Hal-hal “kecil” apa dalam hidup Anda yang menunjukkan kasih Allah? Bagaimana hal-hal itu menolong Anda mempercayai-Nya?
Bapa, terima kasih untuk kasih setia-Mu yang tak berkesudahan.
Amin
Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan Kekuatan dari Tuhan, Gbu
WAWASAN
Nehemia 9:5-37 berisi doa ucapan syukur dan pujian kepada Allah dari orang Lewi ketika seluruh bangsa Israel berkumpul. Mereka mendengarkan pembacaan “kitab Taurat TUHAN, Allah mereka,” lalu mengakui dosa serta sujud menyembah “TUHAN, Allah mereka” (ay. 3). Ketika kaum Lewi berdoa, “Empat puluh tahun lamanya Engkau memberikan mereka makan di padang gurun” (ay. 21), bisa jadi kita lupa bahwa pengembaraan itu merupakan akibat disiplin Allah. Karena Israel terus mengeluh dan kurang bersyukur, setiap orang dewasa berumur 20 tahun ke atas harus mati agar generasi berikutnya dapat masuk ke tanah perjanjian.
Namun, Allah tetap peduli kepada umat-Nya yang sesat. Sekarang, ketika mereka kembali berada di tanah perjanjian setelah masa pembuangan, Dia masih menunjukkan kasih-Nya dengan selalu memenuhi setiap kebutuhan mereka. Hari ini pun Allah masih mempedulikan setiap detail kehidupan kita. –Tim Gustafson
Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti
Our Daily Bread

Tidak ada komentar:
Posting Komentar