• Menanggalkan Kesedihan 2026-03-20

    Pada waktu pagi aku mau bersorak-sorai karena kasih setia-Mu. –Mazmur 59:17

    Baca: Mazmur 59:9-17

    Penyanyi dan penulis lagu asal Kanada, Gordon Lightfoot, dikenal luas lewat tembang klasik seperti “The Wreck of the Edmund Fitzgerald” dan “If You Could Read My Mind.” Namun, salah satu karyanya yang kurang populer berjudul “The Minstrel of the Dawn.” (Minstrel adalah pujangga sekaligus penyanyi yang memakai puisinya sebagai lirik lagu.) Seperti orang pada umumnya, penyanyi dalam lagu itu rindu dapat merasa “lebih gembira daripada bersedih.” Meski selalu ada hal-hal menyedihkan yang bisa diingat, si penyanyi memilih berfokus pada hal-hal yang membahagiakan, seperti bernyanyi tentang fajar yang baru menyingsing.

    Daud, penyanyi sekaligus pemazmur, pernah menulis syair serupa: “Pada waktu pagi aku mau bersorak-sorai karena kasih setia-Mu” (Mzm. 59:17). Ada banyak hal “sedih” yang dapat dipikirkannya—musuh yang selalu mengancam, orang-orang bengis yang memfitnah dan berkomplot melawannya (ay. 2-4). “Pada waktu senja mereka datang kembali,” tulisnya, “melolong seperti anjing dan mengelilingi kota” (ay. 15). Namun, saat fajar tiba, Daud memilih untuk berfokus bukan hanya pada hal-hal yang menyenangkan, tetapi terutama pada Allah yang baik. Ia pun menyanyi tentang kasih Allah, “kota bentengku, tempat pelarianku pada waktu kesesakanku” (ay. 17), yang penuh “dengan kasih setia” (ay. 18).

    Anda mungkin bukan penyanyi dan penulis lagu, tetapi Anda tetap dapat memuji Allah atas fajar yang dihadirkan-Nya setiap hari. Seperti Daud, Anda dapat berkata kepada Allah, “Aku mau menyanyikan kekuatan-Mu, pada waktu pagi aku mau bersorak-sorai karena kasih setia-Mu” (ay. 17).

    Oleh: John Blase

    Renungkan dan Doakan

    Adakah hal yang membuat Anda sedih atau khawatir? Apa isi nyanyian atau pujian Anda tentang kasih Allah di pagi hari?

    Ya Allah, gunung batu dan perisaiku, pagi ini aku memilih untuk menanggalkan kesedihanku dan bernyanyi tentang kasih setia-Mu.

    Amin 

    Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan Kekuatan dari Tuhan, Gbu 

    WAWASAN

    Ayat pertama Mazmur 59 memberikan konteks nyanyian ini: “Ketika Saul menyuruh orang mengawasi rumah [Daud] untuk membunuh dia.” Dua kali Saul berusaha membunuh Daud (diceritakan dalam 1 Samuel 19:8-17), dan peristiwa kedua inilah yang melatarbelakangi mazmur ini. Meski menghadapi ancaman besar, dengan iman Daud tetap bernyanyi. Refrain yang diulang dalam ayat 10 dan 18 mengungkapkan bahwa Daud melihat Allah sebagai sumber kekuatan dan rasa aman: “Ya kekuatanku, aku mau berpegang pada-Mu, sebab Allah adalah kota bentengku. Allahku dengan kasih setia-Nya akan menyongsong aku; Allah akan membuat aku memandang rendah seteru-seteruku" (ay. 10-11). 

    Cara kita memandang Allah akan menentukan bagaimana kita menjalani hidup, baik di masa senang maupun susah. Jika pemahaman kita tentang Allah sesuai dengan pribadi-Nya dalam Kitab Suci, kita akan dapat tetap bersukacita, baik di bawah langit cerah maupun hujan deras. –Arthur Jackson 

    Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti 

    Our Daily Bread

  • You might also like

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Mengenai Saya

Foto saya
Pematangsiantar, Sumatera Utara, Indonesia
Pengamat Sosial

Persembahan bagi Yesus

Kami . . . terus-menerus diserahkan kepada maut karena Yesus. –2 Korintus 4:11 Baca: 2 Korintus 4:5-12 “Kulayangkan pandangku, yang redup ol...

Halaman FB