• Menantikan Allah 2026-03-19

    Biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh. –Yakobus 1:4

    Baca: Yakobus 1:2-8

    Joseph menelusuri daftar lowongan pekerjaan dengan rasa frustrasi. Pekerjaan terakhirnya sebagai pelayan memang memberinya gaji yang cukup memadai, tetapi rutinitas pekerjaan di akhir pekan—suatu hal biasa dalam industri restoran—menyulitkannya sebagai orang percaya untuk beribadah di gereja. “Mengapa Allah tidak menjawab doaku?” keluhnya. “Bukankah Dia mau aku pergi ke gereja?”

    Setelah setahun menganggur, Joseph pun menyadari bahwa ia perlu menyesuaikan harapan dan mencoba bidang lain. Akhirnya ia menemukan pekerjaan dengan jam kerja yang rutin di hari kerja. Ia bersyukur kepada Allah karena penantian panjang itu membuatnya lebih dewasa dalam mengambil keputusan. Proses berganti pekerjaan itu juga mengajarkan Joseph arti bertekun dan mempercayai Allah untuk menyatakan rencana-Nya pada waktu-Nya.

    Itulah yang ditegaskan Yakobus kepada jemaat berlatar belakang Yahudi yang tengah tercerai-berai dan berada di bawah tekanan. Ia menguatkan mereka agar tidak menyerah: “Biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh” (Yak. 1:4). Proses meminta hikmat dari Allah, menanti, dan tetap teguh (ay. 5-6) tidak saja membangun kesabaran dan iman kepada Allah, tetapi juga menolong mereka bertumbuh dewasa dengan semakin mengenal diri sendiri dan juga Allah.

    Menantikan jawaban Allah mungkin terasa sulit, tetapi pengalaman itu akan mendewasakan kita, meneguhkan iman, dan memberi pemahaman lebih dalam tentang arti mempercayai Allah.

    Oleh: Leslie Koh

    Renungkan dan Doakan

    Apa bagian tersulit dari menanti jawaban Allah atas doa-doa kita? Bagaimana Anda dapat mengandalkan kekuatan Allah untuk tetap mempercayai-Nya?

    Ya Bapa, terima kasih atas jaminan bahwa Engkau penuh belas kasihan dan selalu mendengar doa-doaku. Berilah aku hikmat dan juga kesabaran untuk tetap mempercayai-Mu.

    Amin 

    Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan Kekuatan dari Tuhan, Gbu 

    WAWASAN

    Surat Yakobus sering digolongkan sebagai kitab hikmat karena penuh dengan amsal dan ungkapan singkat yang mudah diingat. Tema-tema yang ditekankannya juga sejalan dengan kitab-kitab hikmat Ibrani, seperti hikmat Allah (3:13-18), pentingnya menjaga perkataan (1:1-12), dan keadilan bagi orang miskin (5:1-6). Yakobus juga banyak menggemakan ajaran Khotbah di Bukit, seperti sukacita di tengah penderitaan (1:2-3; bandingkan Matius 5:10-12), meminta hikmat dari Allah (1:5; bandingkan Matius 7:7-11), dan bahaya dari hati yang mendua (1:6-8; bandingkan Matius 6:24).

    Yakobus mengajak orang percaya untuk memandang “berbagai-bagai pencobaan” (Yakobus 1:2) sebagai kesempatan untuk semakin percaya dan bergantung kepada Allah, sembari menantikan jawaban dari-Nya. Dengan demikian, hikmat, ketekunan, dan kesetiaan kita akan semakin diteguhkan (ay. 3,5). –Monica La Rose 

    Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti 

    Our Daily Bread

  • You might also like

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Mengenai Saya

Foto saya
Pematangsiantar, Sumatera Utara, Indonesia
Pengamat Sosial

Menantikan Allah 2026-03-19

Biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh. –Yakobus 1:4 Baca: Yakobus 1:2-8 Joseph menelus...

Halaman FB