Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi. –Yohanes 6:35
Baca: Yohanes 6:35, 41-51
Dibesarkan dalam keluarga kulit hitam di Amerika, kami sering menikmati hidangan lezat yang disebut “soul food” (harfiah: makanan pemuas jiwa). Istilah ini muncul pada pertengahan 1960-an, ketika kata “soul” umum digunakan untuk menggambarkan budaya kulit hitam di Amerika. Menu “soul food” biasanya mencakup ayam goreng, makaroni keju, sayuran hijau, ubi jalar, roti jagung, dan banyak lagi. Hidangan penutup menjadi bonus tersendiri, seperti pai buah favorit saya. Semuanya begitu menggiurkan!
Setiap budaya memiliki makanan khas mereka masing-masing. Namun, karena makanan adalah kebutuhan pokok, perkataan Yesus di Yohanes 6:35 menjadi penting bagi semua orang: “Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.”
Pernyataan tersebut akan terdengar berlebihan jika diucapkan seorang manusia biasa. Namun, Yesus Kristus dapat mengatakannya karena Dia adalah Anak Allah. Dia menegaskan kepada para “pencari tanda,” yaitu mereka yang hanya mengejar kepuasan jasmani sesaat (lihat ay. 2,14,26,30), bahwa pemuasan terhadap rasa lapar jasmani saja tidak cukup. Sebagai Anak Allah, Yesus adalah sumber kehidupan sejati (14:6) sekaligus pemelihara hidup manusia. Setiap orang yang mempercayai-Nya demi pengampunan dosa melalui kematian dan kebangkitan-Nya (11:25-26) akan mendapat bagian dalam kehidupan-Nya. Yesus adalah santapan utama bagi jiwa. Hanya di dalam Dia kita menemukan kehidupan, kekuatan, dan kepuasan sejati.
Oleh: Arthur Jackson
Renungkan dan Doakan
Bagaimanakah Yesus menguatkan dan memuaskan Anda? Apa yang selama ini menghalangi Anda untuk mencari Dia yang berkata, “Akulah roti hidup”?
Tuhan Yesus, Engkaulah pemberi dan pemelihara kehidupan ini. Tolonglah aku menemukan kepuasanku yang sejati di dalam-Mu.
Amin
Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan Kekuatan dari Tuhan, Gbu
WAWASAN
Peristiwa-peristiwa dalam Yohanes 6:35-51 terjadi sehari setelah Yesus memberi makan 5.000 orang, hanya dengan lima roti dan dua ikan (ay. 5-14). Mukjizat ini membuat orang banyak “hendak membawa Dia dengan paksa untuk menjadikan Dia raja” (ay. 15), tetapi Kristus menghindari mereka. Ketika mereka kembali bertemu dengan-Nya keesokan harinya (ay. 25), Yesus tahu bahwa mereka datang karena telah kenyang makan roti. Dia pun berkata, “Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu” (ay. 27). Kebutuhan rohani kita yang sejati hanya dapat dipuaskan oleh Kristus. –Tim Gustafson
Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti
Our Daily Bread

Tidak ada komentar:
Posting Komentar