• Waktu Allah 2026-03-14

    Di hadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari. –2 Petrus 3:8

    Baca: 2 Petrus 3:8-13

    Sebelum tahun 1967, satuan waktu diukur berdasarkan pola astronomi: rotasi bumi dan revolusinya mengelilingi matahari. Namun, setelah berabad-abad, ternyata ditemukan masalah: bumi bergerak melambat dalam orbitnya. Para ilmuwan menemukan bahwa satu detik menjadi lebih panjang daripada biasanya. Meski terjadi secara perlahan-lahan, dunia telah “kehilangan” tiga jam dari waktu yang terhitung sejak zaman Kristus hidup.

    Allah memang menciptakan cara kita mengukur waktu melalui orbit dan revolusi bumi. Perhitungan ilmiah bisa saja berubah, tetapi kita dapat memegang teguh kata-kata Petrus: “Di hadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun” (2 Ptr. 3:8). Ia sedang menanggapi orang-orang yang meragukan janji kedatangan Yesus kembali. “Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian” (ay. 9). Allah bekerja menggenapi tujuan-Nya menurut waktu-Nya sendiri.

    Lebih dari itu, perhitungan waktu Allah didasarkan pada kasih-Nya: “Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa” (ay. 9). Yesus akan kembali, dan Allah menghendaki setiap orang memiliki kesempatan untuk datang kepada-Nya. Sementara itu, kita perlu “berusaha, supaya . . . kedapatan tak bercacat dan tak bernoda di hadapan-Nya” (ay. 14).

    Inilah kaitan antara waktu, Allah, dan kasih: Pada hari-hari terakhir ini, kasih Allah tidak pernah berubah. Itulah satu-satunya hal yang pasti.

    Oleh: Kenneth Petersen

    Renungkan dan Doakan

    Bagaimana memikirkan kaitan antara Allah dan waktu mempengaruhi hidup Anda? Bagaimana kesadaran akan hal tersebut mengubah cara Anda menjalani hari demi hari?

    Ya Allah, meski konsep waktu membingungkan, tolonglah aku menyadari dan menerima bahwa masa hidupku ada di tangan-Mu.

    Amin 

    Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan Kekuatan dari Tuhan, Gbu 

    WAWASAN

    Seperti penulis Perjanjian Baru lainnya, Rasul Petrus juga mendalami Perjanjian Lama. Surat 1 Petrus memuat sejumlah kutipan Perjanjian Lama: 1:24-25 (Yesaya 40:6-8), 2:6-8 (Yesaya 28:16; Mazmur 118:22; Yesaya 8:14), 3:10-12 (Mazmur 34:13-17), dan 4:18 (Amsal 11:31). Meski surat keduanya tidak mengutip langsung, 2 Petrus 3:8 jelas mengacu pada Mazmur 90:4, “Sebab di mata-Mu seribu tahun sama seperti hari kemarin, apabila berlalu, atau seperti suatu giliran jaga di waktu malam.” Mazmur 90 memuat banyak rujukan tentang waktu, menekankan kontras antara kekekalan Allah dan kesementaraan manusia. Karena Allah mengasihi kita, kita dapat merasa tenang: masa hidup kita ada di tangan-Nya, dan waktu-Nya selalu sempurna. –Arthur Jackson 

    Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti 

    Our Daily Bread

  • You might also like

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Mengenai Saya

Foto saya
Pematangsiantar, Sumatera Utara, Indonesia
Pengamat Sosial

Sukacita dalam Yesus 2026-05-20

Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal sempurna, seperti aku sendiri dikenal. –1 Korintus 13:12 B...

Halaman FB