Kemudian berfirmanlah Tuhan kepada Yosua: “Janganlah takut dan janganlah tawar hati” –Yosua 8:1
Baca: Yosua 8:1, 18-19, 24-27
Saat menjelajahi Taman Nasional Joshua Tree, California, perhatian kami terpikat oleh pepohonan unik dengan cabang berdaun jarang yang menjulang ke atas seperti tangan terangkat ke langit. Banyak yang meyakini bahwa pohon itu dinamai “Joshua Trees” (Pohon Yosua) oleh para perintis, yang teringat pada kisah dalam Perjanjian Lama ketika Yosua mengangkat lembing sebagai tanda kehadiran dan pertolongan Allah.
Setelah memasuki tanah Kanaan, bangsa Israel membutuhkan pertolongan Allah dalam peperangan yang mereka hadapi. Mereka sempat dikalahkan di kota Ai karena dosa (Yos. 7:11-12), sehingga tidak heran mereka mungkin takut menghadapi kota itu lagi. Namun, Allah menguatkan Yosua, “Janganlah takut dan janganlah tawar hati” (8:1). Allah lalu memerintahkannya: “Acungkanlah lembing yang ada di tanganmu ke arah Ai, sebab Aku menyerahkan kota itu ke dalam tanganmu” (ay. 18). Yosua taat kepada Allah dan “tidak menarik tangannya yang mengacungkan lembing itu” sampai kemenangan tercapai (ay. 26). Memang, bukan lembing dalam tangan Yosua yang memberi kemenangan, tetapi benda itu menjadi lambang dari janji Allah untuk menolong dan menyertai mereka.
Benda-benda yang mengingatkan pada kehadiran Allah dapat memberi manfaat ketika kita menghadapi tantangan. Pajangan ayat Alkitab di rumah, foto alam ciptaan Allah yang indah, maupun seutas kalung salib bukanlah sumber pertolongan itu sendiri, tetapi Allah dapat memakai semua itu untuk mengingatkan kita pada janji dan kuasa-Nya.
Oleh: Lisa M. Samra
Renungkan dan Doakan
Apa yang dapat mengingatkan Anda pada kehadiran Allah? Bagaimana benda pengingat tersebut menolong Anda saat menghadapi situasi yang sulit?
Bapa Surgawi, saat menghadapi segala tantangan hari ini, tolonglah aku mengingat bahwa Engkau selalu hadir menyertaiku.
Amin
Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan Kekuatan dari Tuhan, Gbu
WAWASAN
Di dalam Alkitab, Allah memberikan berbagai jenis benda untuk mengingatkan kita pada kasih dan karunia-Nya. Saat orang Israel berjalan di padang gurun, “dengan tiang awan Engkau memimpin mereka pada siang hari dan dengan tiang api pada malam hari” (Nehemia 9:12). Dengan mengacungkan lembing, Yosua mengingatkan bangsanya bahwa Allah memimpin mereka dalam pertempuran (Yosua 8:18,26).
Dalam Perjanjian Baru, Tomas tidak percaya Yesus telah bangkit sebelum melihat dan menyentuh luka-luka-Nya (Yohanes 20:24-29). Kemudian, Perjamuan Kudus menolong kita untuk mengenang pengorbanan Kristus di salib (1 Korintus 11:23-26). Dalam perjalanan iman, benda-benda pengingat itu meyakinkan kita bahwa Allah menyertai kita “senantiasa sampai kepada akhir zaman” (Matius 28:20). –K.T. Sim
Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti
Our Daily Bread

Tidak ada komentar:
Posting Komentar